Daerah

Wali Kota Wujudkan Inovasi “Kendari Berkebun”, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi

Redaksi Sultrasatu
535
×

Wali Kota Wujudkan Inovasi “Kendari Berkebun”, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menanam sayuran di kebun, menandai launching program “Kendari Berkebun”, Kamis (23/7/2025).

KENDARI, SULTRASATU.COM – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menekan angka inflasi di daerah, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, secara resmi melaunching program inovatif bertajuk “Kendari Berkebun”, Kamis (23/7/2025). Kegiatan peluncuran tersebut digelar di lokasi percontohan Rumah Jabatan Wali Kota dan turut melibatkan sejumlah jajaran OPD serta kelompok masyarakat.

Program “Kendari Berkebun” merupakan gerakan strategis yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah masyarakat dengan menanam sayur-sayuran dan komoditas pangan bernilai ekonomis tinggi. Selain sebagai solusi kemandirian pangan keluarga, inisiatif ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi mikro dengan mendorong warga menjual hasil kebun mereka secara langsung ke pasar.

Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pangan sehat, murah, dan mudah dijangkau oleh masyarakat, sekaligus mendukung pengendalian laju inflasi.

BACA JUGA:  Bupati Konut Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan Keuangan 2024 Secara Daring

“Kita tanam selada, sawi, tomat, cabai, daun bawang, terong, kacang panjang, dan berbagai jenis tanaman lainnya. Ini bukan sekadar menanam, tapi membangkitkan semangat ketahanan pangan di rumah tangga. Kalau ada kemauan dari masyarakat, Pemkot Kendari siap dukung penuh, termasuk penyediaan bibit dan pendampingan,” tegas Wali Kota Siska.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kegiatan berkebun ini dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga secara langsung, meningkatkan gizi keluarga, serta memberi peluang tambahan pendapatan jika hasil panen dijual ke pasar lokal.

Selain pemanfaatan pekarangan, Pemkot Kendari juga tengah mempersiapkan pengolahan lahan kosong seluas kurang lebih 400 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan. Lahan ini akan dimanfaatkan sebagai pusat kebun masyarakat, didukung oleh program penyuluhan dan bantuan dari Dinas Pertanian.

BACA JUGA:  Gelar Buka Puasa Bersama, Bupati Irham Tekankan Kolaborasi Bangun Daerah

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, dalam sambutannya mengatakan bahwa gagasan ini berasal langsung dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sebagai respon terhadap kondisi ekonomi nasional yang masih fluktuatif. Ia menyebutkan bahwa terdapat 19 jenis tanaman yang menjadi fokus penanaman dalam program ini, termasuk cabai, bayam, tomat, kembang kol, hingga kangkung.

“Bibit disediakan gratis oleh Dinas Pertanian, bisa diperoleh melalui kelompok tani atau dasawisma. Selain itu, kami juga menyediakan pupuk dan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian yang sudah disiapkan di setiap wilayah,” ujar Makmur.

Sebagai bentuk integrasi antara pertanian dan perikanan, program “Kendari Berkebun” juga mencakup pengembangan budidaya ikan sistem bioflok, yang memanfaatkan teknologi terbarukan dalam kolam tertutup. Budidaya ini dipandang sebagai peluang besar bagi masyarakat untuk menambah asupan protein dan potensi usaha rumahan berbasis ikan konsumsi.

BACA JUGA:  Pemda Konut Sosialisasi Pembentukan Koperasi Merah Putih

Langkah progresif ini memperlihatkan arah pembangunan Kota Kendari yang berpihak kepada kebutuhan dasar masyarakat, yakni pangan. Dengan melibatkan partisipasi aktif warga, Wali Kota Siska berharap agar semangat berkebun dan beternak menjadi bagian dari budaya kota yang modern namun tetap mandiri secara pangan.

“Ini bukan hanya soal berkebun, tapi tentang kedaulatan pangan. Mari kita mulai dari rumah kita masing-masing. Dengan gerakan kecil, hasilnya bisa besar untuk keluarga dan kota kita,” tutup Wali Kota penuh semangat.

Dengan “Kendari Berkebun”, Kota Kendari menegaskan dirinya sebagai daerah yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga matang dalam membangun kekuatan ekonomi keluarga berbasis pangan lokal yang berkelanjutan. (ED)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow