Pemerintahan

Salurkan BLT DD, Kades Wawondengi: Semoga Bisa Meningkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat

Avatar
730
×

Salurkan BLT DD, Kades Wawondengi: Semoga Bisa Meningkatkan Kualitas Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Ketgam Foto bersama masyarakat penerima manfaat dan aparat Desa Wawondengi.
Ketgam: Foto bersama masyarakat penerima manfaat dan aparat Desa Wawondengi.

KONAWE SELATAN, SULTRASATU. COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Wawondengi Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) telah menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2023 kepada 27 keluarga penerima manfaat (KPM).

Ketgam Masyarakat Desa Wawondengi saat menghadiri penyaluran BLT DD.
Ketgam: Masyarakat Desa Wawondengi saat menghadiri penyaluran BLT DD.

BLT sebesar Rp 900 ribu untuk masing-masing penerima terhitung Januari, February, Maret, dan April diharapkan bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Pemda Konsel Gelar Porseni pada Rangkaian HUT ke-78 Kemerdekaan RI

“Kami Pemdes Wawondengi sudah menyalurkan BLT DD kepada 27 KPM pada pertengahan Mei kemarin. Tentu kami harap, BLT tahap pertama itu bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Khususnya untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Kepala Desa Wawondengi Sarmin, Rabu, 31 Mei 2023.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

Sarmin mengungkapkan, dalam penyaluran BLT DD telah melalui proses verifikasi terhadap para penerima. Dimana, hanya kelompok tertentu yang berhak atas BLT. Diantaranya, kelompok lansia, sakit menahun, dam kategori miskin ekstrim.

“Setelah tahap pertama sudah kita salurkan, saat ini kami juga tengah melakukan pengurusan kelengkapan berkas untuk pencairan bantuan langsung tunai tahap dua yang direncanakan akan mulai dilakukan pada Senin, 5 Juni 2023 mendatang,” jelas Sarmin.

Lebih lanjut Sarmin mengaku, bahwa pencairan dana desa tahap pertama juga telah dimanfaatkan untuk pengerjaan jalan penghubung antar dusun sepanjang 570 meter yang ditempatkan pada dusun 4 dan juga deker.

“Fasilitas jalan penghubung dilaksanakan sebagai akses ekonomi dan juga sosial warga. Dengan begitu, bisa lebih meningkatkan arus lalu lintas atau angkutan barang, khususnya dalam menghubungkan daerah satu ke daerah lainnya,” tutup Sarmin. (SS/B-yu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!