KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut) H. Ikbar SH., MH melalui Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si membuka secara langsung pelatihan teknologi pangan berbasis lokal dalam mendukung swasembada pangan dan penguatan kelembagaan BUMDes se-Konawe Utara, di salah satu hotel di Kendari, Sabtu (30/08/2025). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Konut Ir. Dedeng Desriadi A, S.T., M.M turut mendampingi wakil bupati pada proses pembukaan.

Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati mengatakan, saat ini tantangan pangan semakin kompleks. Namun demikian, Konawe Utara memiliki potensi yang sangat besar dengan lahan pertanian, hasil perikanan, dan perkebunan yang melimpah untuk berdiri tegak dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Sehingga penting dilakukan pemanfaatan teknologi pangan berbasis lokal. Agar hasil bumi di Konawe Utara dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai, tahan lama, dan bergizi sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menunjang keberhasilan program nasional.
“Sejalan dengan itu, BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa harus diperkuat. BUMDes bukan hanya menjadi motor penggerak ekonomi, tetapi juga wadah bagi masyarakat desa untuk berinovasi, berproduksi, dan mengelola potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Bupati, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan pemerintah pusat adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, terutama melalui pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Dimana, kesiapan Konawe Utara dalam mendukung program ini ditentukan oleh beberapa hal penting. Di antaranya, ketersediaan bahan pangan lokal yang cukup dan beragam, kemampuan pengolahan pangan dengan teknologi menengah agar menghasilkan makanan sehat, higienis, dan tahan distribusi.
Kemudian, peran aktif BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa dalam mengelola rantai pasok pangan, sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat untuk memastikan program MBG berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Oleh karena itu, saya berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat meperoleh keterampilan baru dalam pengolahan pangan berbasis lokal, menerapkan ilmu yang diperoleh di desa masing-masing, mengembangkan produk-produk unggulan
desa, serta memperkuat kelembagaan BUMDes agar mampu menjadi pusat ekonomi desa yang berdaya saing,” harapnya.
“Saya juga berharap seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, penuh semangat, dan menjadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan desa-desa di Konawe Utara menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Ed)













