Headline NewsNewsPemerintahan

Asisten III Minta Pelaku Pariwisata ke depankan Kebersihan di Tempat Wisata

Avatar
1933
×

Asisten III Minta Pelaku Pariwisata ke depankan Kebersihan di Tempat Wisata

Sebarkan artikel ini

KENDARI, SULTRASATU.COM – Asisten III Pemerintah Kota Kendari, Makmur meminta pelaku pariwisata di Kota Kendari untuk mengedepankan keberihan di lokasi wisata yang dikelola.

Pasalnya, untuk mendapatkan keindahan pariwisata, akan dilihat dari sisi kebersihannya. Kemudian aksesibilitas layanan serta souvenir yang tersedia sebagai oleh-oleh yang akan ditawarkan kepada pengunjung.

Selain kebersihan, menurutnya pelaku industri pariwisata perlu memadukan daya tarik wisata dengan alam dan budaya, serta pelayanan fasilitas wisata.

“Ini menjadi daya tarik menjadi magnet wisata yang akan kita berikan kepada masyarakat pengunjung wisata yang ada di Kota Kendari,” katanya saat membuka pelatihan pelayanan kepariwisataan dana alokasi khusus non fisik tahun 2023, Selasa, 25 Juli 2023.

BACA JUGA:  Hadiri Deklarasi Pemilu Damai, Bupati Konsel Minta KPU dan Forkopimda Selalu Koordinasi

Makmur menambahkan, prinsip utama dalam pariwisata adalah, membangun dengan berfokus pada pemberdayaan masyarakat yang dapat membangun kampungnya secara mandiri.

Pengembangan kampung wisata juga merupakan salah satu visi pemerintah Kota Kendari, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha-usaha produktif di bidang pariwisata sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal.

“Pengembangan Kampung wisata diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi seperti pendapatan dan lapangan kerja, manfaat sosial seperti peningkatan keterampilan masyarakat, manfaat lingkungannya seperti peningkatan infrastruktur dan manfaat lainnya bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Akibat Cuaca Ekstrem, Ornamen Top Roof Gedung Menara Balai Kota Kendari Rubuh

Sementara Pj Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Herman menjelaskan, pelatihan akan dilakukan selama 3 hari terdiri dari 3 jenis kegiatan yakni, pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay, kuliner, souvenir dan fotografi.

Kemudian, Pelatihan tata kelola bisnis, pemasaran destinasi pariwisata. Dan pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi wisata.

BACA JUGA:  Kepala Kejati Sultra Jadi Narasumber Pada Rakornas Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya

Adapun kegiatan diikuti sebanyak 120 peserta, dengan metode pelatihan yaitu, penyampaian materi, diskusi, kunjungan lapangan dan praktek, Inovasi dan identifikasi sajian bagi pelaku kuliner.

“Para narasumber yang tersertifikasi dari SKPD, akademisi dan praktisi yang memiliki keahlian dan pengalaman sesuai bidang masing-masing,” tutupnya. (SS/MEI)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow