JAKARTA,SULTRASATU.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Putera Sampoerna dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, kualitas sumber daya manusia, serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., dan Elan Merdy, selaku Senior Director Yayasan Putera Sampoerna, di Sampoerna Strategic Square, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam agenda tersebut, Bupati Konawe Utara didampingi Wakil Bupati Konawe Utara, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bagian Kerja Sama, serta Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara.
Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan transformasi tenaga pendidik di Kabupaten Konawe Utara, serta program beasiswa pendidikan tingkat sarjana bagi putra-putri daerah di Sampoerna University. Nota kesepahaman tersebut berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang mengatur program dan mekanisme pelaksanaannya secara lebih teknis.
Bupati Konawe Utara menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur fisik, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan manusia yang akan mengelola dan melanjutkan pembangunan. Melalui kerja sama ini, kita ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensinya dan bagi putra-putri Konawe Utara untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh keluarga, masyarakat, dan daerah secara keseluruhan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme tenaga pendidik di daerah.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena menyentuh dua aspek penting sekaligus, yakni peningkatan kompetensi guru dan perluasan kesempatan pendidikan bagi anak-anak Konawe Utara.
Transformasi pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru, kepala sekolah, tata kelola satuan pendidikan, serta penciptaan proses pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi, karakter, literasi, numerasi, dan kreativitas peserta didik,” jelasnya.
la mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan segera menyiapkan data dasar dan kebutuhan program, termasuk pemetaan kompetensi guru dan kepala sekolah, penentuan satuan pendidikan sasaran, serta mekanisme penjaringan
peserta didik dan calon penerima manfaat. “Program ini harus dilaksanakan secara inklusif dan memberikan kesempatan yang adil kepada peserta didik dari seluruh kecamatan, termasuk mereka yang berasal dari wilayah terpencil. Kami ingin memastikan agar manfaat kerja sama ini benar-benar dirasakan secara merata dan dapat meningkatkan mutu layanan pendidikan di Konawe Utara,” tambahnya.
Kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan Pusat Inovasi Pembelajaran Terpadu Kabupaten Konawe Utara, yakni konsep pendidikan terpadu dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang didukung tata kelola sekolah yang sistematis, tenaga pendidik berkualitas, lingkungan belajar yang kondusif, serta penguatan literasi, numerasi, kepemimpinan, kewirausahaan, dan pembelajaran berbasis proyek.
Program tersebut dirancang secara bertahap, dimulai dari pemetaan kompetensi guru dan kepala sekolah, pengembangan kapasitas tenaga pendidik, rekrutmen peserta didik secara inklusif dari seluruh kecamatan, hingga pembentukan sekolah rujukan yang dapat menjadi pusat pembelajaran dan penyebarluasan praktik baik kepada sekolah-sekolah lainnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Konawe Utara menjelaskan bahwa seluruh program yang akan dilaksanakan akan diselaraskan dengan kebijakan perencanaan pembangunan dan pengganggaran agar memiliki tahapan, target, indikator, pembiayaan, serta dampak yang terukur.
“MoU ini merupakan pintu masuk untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret. Setelah ini akan disusun rencana aksi dan perjanjian kerja sama yang lebih teknis, termasuk penetapan sasaran, pembagian peran, mekanisme seleksi penerima manfaat, pembiayaan, serta sistem monitoring dan evaluasi. Pemerintah daerah ingin memastikan kerja sama ini memberikan hasil yang nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia Konawe Utara,” jelasnya.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Putera Sampoerna, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat mempercepat transformasi pendidikan, memperkuat kualitas guru dan kepala sekolah, serta membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda daerah.
Penandatanganan MoU ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk terus membangun kemitraan strategis dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing, sebagai bagian dari upaya mewujudkan Konawe Utara sebagai Rumah Bersama yang Semakin Maju dan Sejahtera. (Edy)













