Daerah

Pemerintah dan DPRD Konawe Utara Perkuat Swasembada Pangan Melalui Tanam Serentak Padi Sawah Program CSR di Wiwirano

Redaksi
115
×

Pemerintah dan DPRD Konawe Utara Perkuat Swasembada Pangan Melalui Tanam Serentak Padi Sawah Program CSR di Wiwirano

Sebarkan artikel ini
Pemerintah dn DPRD Konut bersama tanam padi serentak. Foto: Ist.

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Upaya percepatan kemandirian pangan nasional terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam kegiatan tanam serentak padi sawah pada lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dilaksanakan di Desa Wiwirano, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Asisten III Administrasi Umum bersama Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, SH, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat terkait lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Ketua DPRD Konawe Utara turun langsung ke lapangan untuk mengawali proses penebaran benih padi menggunakan teknologi mesin blower penabur benih (Alsintan). Langkah ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengakselerasi modernisasi sektor pertanian berbasis mekanisasi dan efisiensi produksi.

Proses penanaman padi serentak di Kecamatan Oheo. Foto: Ist.

Program CSR yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia merupakan strategi nasional dalam memperluas areal tanam produktif guna mendukung tercapainya swasembada pangan. Konawe Utara menjadi salah satu daerah yang berkontribusi aktif melalui pengembangan lahan sawah baru yang tersebar di empat zona prioritas, yakni Kecamatan Sawa, Asera, Oheo, dan Wiwirano.

BACA JUGA:  Bupati Konawe Selatan Akan Ganti Pejabat yang Gagap Teknologi

Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui koordinasi virtual berbasis Zoom Meeting bersama Kementerian Pertanian.

Dalam sambutan Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH yang disampaikan oleh Asisten III, Amrun, S.P., M.M, ditegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan sinergitas yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Kolaborasi antara Pemerintah Pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penanaman pdi serentak dalam upaya swasembada pangan. Foto: Ist.

Lebih lanjut, kebijakan ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan strategis. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produksi komoditas pokok seperti beras, jagung dan komoditas pangan lainnya sebagai fondasi ketahanan nasional.

BACA JUGA:  Jambore Tangguh Bencana 2025 Bakal Digelar di Koltim Bulan Depan

Sementara itu, laporan teknis yang disampaikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hj. Ir. Armawati, SP., M.A.P mengungkapkan bahwa Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi target CSR seluas 6.745 hektare, dengan Konawe Utara mendapatkan porsi sebesar 500 hektare pada tahun 2025.

Hingga saat ini, capaian menunjukkan progres signifikan, dengan ketersediaan SID mencapai 448,62 hektare, realisasi kontrak 338,95 hektare, serta pengolahan lahan yang telah mencapai 316,02 hektare. Adapun realisasi tanam tercatat seluas 21,5 hektare yang tersebar di berbagai kecamatan.

Program tanam padi sawah serentak merupakan dukungan swasembada pangan. Foto: Ist.

Untuk mendukung optimalisasi program, pemerintah daerah juga membentuk Brigade Pangan sebagai tim operasional strategis di lapangan. Tim ini bertugas memastikan efektivitas pelaksanaan kegiatan pertanian, termasuk percepatan cetak sawah, penerapan inovasi teknologi, serta fasilitasi akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pendampingan teknis kepada petani.

BACA JUGA:  Bantah Tuduhan, CV Setiawan Mitra Konstruksi Minta KLPP Objektif Dalam Menilai Pekerjaan

Dukungan sarana produksi (saprodi) turut diperkuat melalui distribusi pupuk NPK sebanyak 120 ton, pupuk urea 98 ton, serta benih padi sebanyak 20 ton. Selain itu, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor roda empat dan dua, rotavator, combine harvester, pompa air, hingga drone pertanian menjadi bagian integral dalam mendorong efisiensi dan produktivitas sektor pertanian modern.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya musim tanam, tetapi juga representasi nyata komitmen pemerintah dalam membangun kedaulatan pangan berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan ilmiah, teknologi tepat guna, serta kolaborasi multipihak, Konawe Utara optimistis mampu menjadi salah satu lumbung pangan strategis di wilayah Konawe Utara,” tutupnya. (Edy)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow