NewsPemerintahan

120 Ketua Tim PKK Kaji Banding di Depok Soal Penanganan Stunting Tanpa APBD

Avatar
703
×

120 Ketua Tim PKK Kaji Banding di Depok Soal Penanganan Stunting Tanpa APBD

Sebarkan artikel ini
Foto bersama rombongan TP PKK Konsel bersama TP PKK Kota Depok.
Ketgam: Foto bersama rombongan TP PKK Konsel bersama TP PKK Kota Depok.

DEPOK, SULTRASATU.COM – Sebanyak 120 Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP – PKK) tingkat kabupaten, kecamatan, dan kelurahan serta desa se-Konawe Selatan (Konsel) melakukan kaji banding di Kota Depok Jawa Barat, Jumat 12 Mei 2023.

Rombongan kaji banding yang dipimpin lansung oleh Ketua TP PKK Konsel Hj. Nurlin Surunuddin bersama sejumlah pengurus kabupaten lainnya untuk belajar penanganan stunting tanpa APBD.

Kedatangan rombongan TP PKK Konsel disambut lansung ketua TP PKK Kota Depok Hj. Elly Farida dan Jajarannya. Selanjutnya seluruh peserta kaji banding mendapatkan wejangan dan pengalaman pemerintah kota Depok menangani masalah stunting tanpa menggunakan APBD.

Elly Farida mengatakan untuk menangani stunting di daerahnya telah berjalan sukses hingga menjadi kota terbaik nasional dalam penanganan masalah stunting.

BACA JUGA:  Jaksa Agung RI Minta Jajaran Insan Adhyaksa se-Indonesia Jaga Netralitas di Tahun Politik

“Jumlah stanting pasti teratasi karena kami yakin setiap kebaikan yang dilakukan itu pasti ada jalannya dan alhasil berjalan dengan sangat baik tanpa menggunakan APBD,” jelas Elly Farida.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

Elly Farida juga menjelaskan dana yang berhasil terkumpul untuk penanganan masalah stunting itu bersumber dari masyarakat yang peduli dan dari sejumlah perusahaan yang memiliki kewajiban Corporate Sosial Responsibiliti (CSR).

Sementara, Ketua TP – PKK Konsel Hj. Nurlin Surunuddin berharap hasil kaji banding itu bisa ditiru dan diterapkan dengan baik oleh seluruh PKK kecamatan dan desa serta kelurahan nantinya baik dari tata kelola dan cara serata semangat yang dimiliki oleh PKK Depok.

“Kita berharap semua peserta bimtek dan kaji banding ini dapat mengaplikasikan semua pengetahuan yang diterimanya selama di kota Depok,” kata Nurlin.

Anggota DPRD Sultra itu juga berharap agar jenis sajian makanan untuk anak stanting berbahan baku daun kelor dapat juga diaplikasikan di Konsel mengingat dua puluh lima kecamatan di wilayahnya memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar untuk dikembangkan.

Akhir dari kaji banding, saat rombongan PKK Konsel diperkenalkan sajian kreatifitas pangan dari UMKM dan PKK Kota Depok. (SS/Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!