KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program strategis nasional “Asta Cita” Presiden RI Prabowo Subianto.
Langkah ini dibuktikan dengan pelaksanaan peletakan batu pertama pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Matandahi, Kecamatan Motui, pada Minggu (4/1/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., bersama Dandim 1430/Konut, Letkol Kav. Kuswara, S.I.P.
Kehadiran gerai ini diproyeksikan menjadi motor penggerak baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat desa di wilayah Bumi Oheo.
Wujudkan Kemandirian Ekonomi Lewat Koperasi Multifungsi
Mewakili Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH., Wakil Bupati H. Abuhaera menegaskan bahwa Pemda Konut sepenuhnya mendukung penuh implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2025. Program Gerai KDMP ini dirancang sebagai koperasi multifungsi yang tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok, tetapi juga layanan kesehatan dan logistik.
“Pemerintah Kabupaten Konawe Utara tetap berkomitmen mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto. Pembangunan Koperasi Merah Putih di tingkat desa dan kelurahan adalah kunci untuk menekan inflasi dan memutus praktik dagang yang tidak sehat, sehingga masyarakat mendapatkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau,” ujar H. Abuhaera.
Progres Masif: 92 Titik Terlaksana di Konawe Utara
Dandim 1430/Konut, Letkol Kav. Kuswara, S.I.P., menjelaskan bahwa Gerai KDMP Desa Matandahi akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari kios pangan (sembako), apotek desa, unit simpan pinjam, hingga layanan logistik dan pergudangan (cold storage).
Terkait pembiayaan, Letkol Kav. Kuswara menyebutkan bahwa anggaran bersumber dari APBN melalui PT Agrinas Nusantara, di mana TNI berperan aktif sebagai pengawas di lapangan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Progres pembangunan fisik Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Konawe Utara sangat masif. Saat ini sudah mencapai 92 titik dari target total 96 titik, termasuk yang hari ini kita mulai di Desa Matandahi,” ungkap Dandim.
Dampak Sosial dan Infrastruktur
Selain memperkuat UMKM, pembangunan gerai ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga lokal serta meningkatkan nilai tukar bagi petani dan nelayan di Desa Matandahi.
Kehadiran infrastruktur seperti gudang dan ruang pendingin (cold storage) akan menjadi aset vital dalam menjaga ketahanan pangan desa secara berkelanjutan.
Acara peletakan batu pertama ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Konut, Danramil 1430-01/Lasolo, Kepala Desa Matandahi Hasrudin, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pengurus Kopdes Merah Putih.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Desa Matandahi kini menatap babak baru menuju desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi dalam peta ekonomi nasional.(Ed)













