KENDARI, SULTRASATU.COM – Kabupaten Konawe Utara (Konut) kembali menunjukkan eksistensinya di panggung internasional. Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., M.H., menghadiri pembukaan ajang bergengsi UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting & Asia Pacific Forum yang digelar di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Kendari, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 7-9 Mei 2026 tersebut mempertemukan para kepala daerah, wali kota, dan delegasi dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk membahas penguatan tata kelola pemerintahan daerah, pembangunan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global.
Kehadiran H. Ikbar dalam forum internasional itu dinilai bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan langkah strategis dalam memposisikan Konawe Utara sebagai daerah yang siap menyambut investasi global dan pembangunan hijau.

Di sela kegiatan, H. Ikbar menegaskan bahwa forum UCLG ASPAC (United Cities and Local Governments Asia Pacific) menjadi momentum penting bagi Konawe Utara untuk menjajaki kerja sama sister city maupun kemitraan strategis di bidang teknologi industri dan pelestarian lingkungan.
“Кonawe Utara memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Melalui forum ini, kita ingin memastikan pembangunan daerah berjalan selaras dengan standar global yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak kesejahteraan langsung bagi masyarakat,” ujar H. Ikbar.
Sebagai kepala daerah dengan latar belakang hukum, H. Ikbar juga menyoroti pentingnya regulasi daerah yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, pertemuan internasional di Kendari ini menjadi ruang bertukar gagasan terkait solusi krisis iklim dan digitalisasi birokrasi yang kini menjadi perhatian global.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus perubahan dunia. Konut harus menjadi bagian dari solusi global, terutama dalam pengelolaan energi bersih dan perlindungan ekosistem pesisir yang menjadi kekuatan daerah kita,” tambahnya.

Forum yang diikuti ratusan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik ini menghadirkan sejumlah agenda utama, antara lain Executive Bureau Meeting yang membahas arah kebijakan kota dan daerah se-Asia Pasifik, Asia Pacific Forum mengenai ketahanan kota (urban resilience) dan pemulihan ekonomi berkelanjutan pascapandemi, serta Networking Session untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan budaya antar daerah.
Partisipasi aktif H. Ikbar dalam forum tersebut dipandang sebagai bukti visi pembangunan yang progresif dan berorientasi global. Melalui jejaring internasional yang dibangun, Konawe Utara diharapkan dapat membuka akses terhadap pendanaan hijau (green financing) dan transfer teknologi guna mempercepat transformasi daerah sebagai pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Tenggara. (Edy)













