KOLAKA, SULTRASATU.COM – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., MH menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2027 yang digelar di Hotel Sutan Raja Kolaka, bersama 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Bupati didampingi Ketua TP-PKK dan juga Anggota DPRD Sultra, Hj. Wisra Wastawati, S.Tr., Keb., M.Kes, Sekretaris Daerah (Sekda) Konut Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd, Ketua DPRD Konut Herman Sewani, SH, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Konut.
Musrenbang RKPD Sultra 2027 mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Berkualitas yang Inklusif dan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat.”

Kegiatan dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka dan dihadiri oleh anggota DPR RI dan DPD RI daerah pemilihan (Dapil) Sultra, para bupati dan wali kota, pimpinan serta anggota DPRD provinsi dan kabupaten, Forkopimda, serta sejumlah pejabat OPD lingkup provinsi maupun kabupaten/kota. Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal, BUMD, perguruan tinggi, akademisi, serta sektor perbankan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Musrenbang ini merupakan yang kedua dalam periode RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025-2029.
Ia menegaskan bahwa forum ini harus menghasilkan perencanaan pembangunan yang komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Output dari Musrenbang ini diharapkan menjadi pedoman dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih komprehensif. Kita harus memastikan seluruh prioritas pembangunan dapat terakomodir melalui pendekatan bottom-up, mulai dari tingkat desa hingga provinsi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh persoalan masyarakat dapat diakomodasi dalam forum tersebut. Menurutnya, kegagalan mengakomodir kebutuhan masyarakat menjadi indikator tidak optimalnya pelaksanaan Musrenbang.
“Jangan sampai Musrenbang ini hanya menjadi formalitas. Semua persoalan, baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga pengentasan kemiskinan harus terakomodir dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, Andi Sumangerukka menekankan pentingnya keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah, serta penguatan kerja sama antar wilayah.
Ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan. Untuk itu, ia meminta agar pemerataan pembangunan menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
“Kita harus memastikan tidak ada lagi kesenjangan antara wilayah daratan dan kepulauan. Pemerataan pembangunan harus benar-benar diwujudkan demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Sementara, Bupati Konawe Utara H. Ikbar SH., MH mengaku, siap menjalankan arahan Gubernur Sultra dalam Musrenbang RKPD Provinsi tahun 2027. Menurutnya, Musrenbang menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi dari daerah, sekaligus menyelaraskan program prioritas pembangunan agar lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Seperti yang disampaikan pak Gubernur, bahwa pendekatan pembangunan harus mengakomodasi kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah (bottom-up). Saya kira ini penting agar setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab permasalahan yang dihadapi masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Ikbar juga mendorong agar pembangunan ke depan lebih mengedepankan prinsip inklusivitas dan keberlanjutan, dengan memperhatikan aspek pemerataan, lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Musrenbang RKPD ini menjadi momentum strategis bagi seluruh kepala daerah untuk menyampaikan usulan program prioritas masing-masing wilayah, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam mendukung percepatan pembangunan di Sulawesi Tenggara,” tutupnya. (Edy)













