KONAWE UTARA,SULTRA SATU .COM- Sebanyak 30 pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe Utara periode 2025–2029 resmi dikukuhkan melalui upacara pelantikan yang dipimpin Ketua KONI Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar, di Hotel Oheo, Rabu (10/12/2025).
Pelantikan berlangsung singkat, formal, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh olahraga, serta para pemangku kepentingan cabang olahraga. Ketua KONI Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., turut dikukuhkan bersama seluruh jajaran pengurus yang baru.
Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Konawe Utara, Bupati H. Ikbar, SH., MH., menyampaikan bahwa olahraga kini berfungsi lebih luas dari sekadar aktivitas kompetitif. Ia memposisikannya sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia, ruang ekspresi generasi muda, dan identitas daerah.
Bupati menyoroti lima agenda prioritas yang perlu menjadi fokus pengurus KONI pada periode baru ini. Di antaranya adalah konsolidasi internal organisasi, perumusan program jangka pendek-menengah-panjang yang terukur, pembudayaan kompetisi dari tingkat kecamatan, serta penguatan pembinaan atlet menuju level nasional. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Konawe Utara pernah menempati posisi Juara Umum II Porprov Sultra 2020. Menurut Ikbar, capaian itu menunjukkan potensi olahraga daerah yang perlu dirawat melalui manajemen kelembagaan yang lebih stabil dan sistematis. Pemerintah daerah, kata dia, akan tetap menjadi mitra utama KONI.
Di tempat yang sama, Ketua KONI Sultra, Andi Ady Aksar, memberi penekanan serupa. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya pembinaan atlet usia dini dan investasi pembinaan jangka panjang. Ia meminta KONI Konawe Utara mengevaluasi pola kompetisi daerah dan memperkuat kerja sama dengan sektor swasta.
Andi secara khusus menyinggung peran perusahaan tambang seperti PT Antam sebagai mitra strategis dalam pendanaan kegiatan olahraga dan penyediaan fasilitas latihan. Kolaborasi lintas pihak, menurutnya, adalah prasyarat untuk menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KONI Konawe Utara terpilih, H. Abuhaera, dalam sambutannya menilai tantangan pembinaan olahraga makin kompleks. Ia menyinggung ketatnya kompetisi antardaerah pada level provinsi dan tuntutan pembinaan atlet yang lebih profesional. Meski demikian, ia yakin Konawe Utara memiliki modal sosial dan basis atlet potensial yang kuat.
Olahraga, kata Abuhaera, tidak semata perihal raihan medali. Di dalamnya terdapat proses pembentukan karakter, disiplin, dan budaya kompetitif yang bisa memberi dampak luas bagi masyarakat. Ia berharap pelantikan ini menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap KONI serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.
Usai pengukuhan, KONI Konawe Utara langsung menggelar rapat kerja. Agenda itu berfokus pada pembenahan struktur organisasi, penyusunan program prioritas, dan sinkronisasi rencana kerja dengan kebijakan pemerintah daerah serta KONI Sulawesi Tenggara.
Pelantikan ini, menurut panitia, diharapkan bukan hanya menjadi acara seremonial, melainkan titik awal pembentukan arah kebijakan olahraga daerah yang lebih terukur, transparan, dan berdampak. Dengan kepengurusan baru, mereka berharap pembinaan atlet dapat berjalan lebih terstruktur sekaligus memperkuat posisi Konawe Utara dalam peta olahraga regional. (Ed)













