Daerah

Kapolda Sultra Pimpin Apel Renungan Suci di TMP Watubangga, Kobarkan Semangat Kepahlawanan

Redaksi Sultrasatu
721
×

Kapolda Sultra Pimpin Apel Renungan Suci di TMP Watubangga, Kobarkan Semangat Kepahlawanan

Sebarkan artikel ini
Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H. memimpin Apel Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga.

KENDARI, SULTRASATU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) menyelenggarakan Apel Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga, Kota Kendari, pada Minggu malam. Upacara sakral tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H.

Renungan Suci dilakukan sebagai penghormatan yang mendalam kepada seluruh pahlawan bangsa, khususnya para pejuang di wilayah Sulawesi Tenggara.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, para pejabat utama TNI-Polri, serta unsur organisasi kemasyarakatan. Peserta apel terdiri atas personel gabungan TNI/Polri, ASN, Satuan Polisi Pamong Praja, dan FKPPI. Kehadiran berbagai elemen bangsa dalam apel tersebut menjadi wujud nyata penghormatan terhadap jasa-jasa para pahlawan yang gugur membela kemerdekaan.

Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menyampaikan penghormatan yang mendalam kepada seluruh pahlawan bangsa, khususnya para pejuang di wilayah Sulawesi Tenggara yang telah berkorban demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa semangat perjuangan para pahlawan harus terus hidup di dalam jiwa generasi penerus.

BACA JUGA:  Seorang Pemuda di Buteng Meninggal Dunia Akibat Bom Ikan yang Dirakit Meledak

“Semangat perjuangan para pahlawan menjadi teladan bagi kita semua dalam menjaga persatuan, membangun bangsa, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata,” tegas Kapolda.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menghadiri Apel Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Watubangga.

Upacara berlangsung khidmat. Seluruh lampu di TMP dipadamkan seiring dengan pembacaan Naskah Renungan Suci oleh Kapolda Sultra. Hening yang menyelimuti malam menciptakan suasana penuh makna, seakan membawa peserta apel menyelami kembali jejak pengorbanan para pahlawan yang rela menyerahkan jiwa dan raga demi tegaknya kedaulatan bangsa.

Data mencatat, di TMP Watubangga dimakamkan sebanyak 68 pejuang angkatan bersenjata serta 13 pejuang rakyat yang telah gugur di medan perjuangan. Setelah apel, di atas pusara para pahlawan dinyalakan lilin sebagai simbol bahwa semangat mempertahankan kemerdekaan tidak akan pernah padam. Api lilin itu menjadi lambang estafet perjuangan, dari generasi ke generasi, untuk terus menjaga kedaulatan bangsa.

BACA JUGA:  Musda V DWP Konut, Bupati: Dharma Wanita Berkontribusi dalam Kemajuan Daerah

Apel Renungan Suci ini merupakan salah satu rangkaian penting dalam peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Sulawesi Tenggara. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga wahana untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Kapolda Sultra menekankan bahwa makna kemerdekaan harus diisi dengan kerja keras, integritas, serta komitmen untuk menjaga persatuan bangsa. “Para pahlawan telah mewariskan kemerdekaan. Tugas kita adalah menjaga dan mengisinya dengan pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

BACA JUGA:  TP PKK Koltim Raih Juara II Lomba Pameran Mini UP2K 2022

Apel Renungan Suci di TMP Watubangga bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan peringatan kolektif akan harga mahal dari sebuah kemerdekaan. Kesakralan momen ini mengingatkan masyarakat bahwa perjuangan tidak berhenti pada pertempuran fisik, melainkan harus diteruskan dalam bentuk pengabdian, inovasi, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Dengan semangat itu, Apel Renungan Suci di Kendari menjadi refleksi sekaligus komitmen bersama bahwa nilai kepahlawanan akan terus dijaga dan diwariskan. Semangat kebangsaan yang terpancar dari prosesi ini diharapkan mampu memperkokoh persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan di era modern. (MEI)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow