Metro Kota

Jelang Regsosek 2022, Masyarakat Sultra Diminta Berikan Data Dengan Benar

Avatar
2048
×

Jelang Regsosek 2022, Masyarakat Sultra Diminta Berikan Data Dengan Benar

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda) Regsosek Badan Pusat Sattistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra)

KENDARI, SULTRASATU.COM – Menjelang Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di seluruh Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 15 Oktober hingga 14 November 2022 mendatang.

Seluruh masyarakat Sultra diminta untuk bekerja sama dalam menyukseskan Rasosek 2022 tersebut.

Gubernur Sultra, H. Ali Mazi mengatakan, Regsosek merupakan basis data yang harus dioptimalkan pemanfaatannya dalam setiap perencanaan dan implementasi program pembangunan.

Untuk itu, Dirinya berharap agar seluruh lapisan masyarakat menerima dan bersedia memberikan data kepada petugas Regsosek.

BACA JUGA:  Video Viral, Oknum Pengacara di Kendari Digrebek Istri Saat Ngamar Dengan Mahasiswi Kesehatan

“Regsosek juga salah satu upaya pemerintah mewujudkan satu data kependudukan Indonesia. Olehnya berbagai instansi pemerintah harus bekerjasama untuk saling berbagi, memanfaatkan dan menghubungkan regsosek dengan basis data di masing-masing institusi,” kata Ali Mazi saat membuka acara Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda) Regsosek Badan Pusat Sattistik (BPS) Sultra di salah satu hotel di kota Kendari, Selasa (13/9/2022).

Sementara itu, Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti mengatakan, Regsosek merupakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Hal itu sebagai upaya mendorong program pemerintah dalam mewujudkan satu data.

“Yang ditanyakan yah soal pendidikannya, kepemilikan aset, jumlah anak, pekerjaan, alamat dan lainnya,” kata Agnes.

Agnes berharap, masyarakat ikut memberikan data dengan benar. Sebab, Regsosek ini bermanfaat untuk menyediakan data sosial ekonomi rumah tangga yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi pembangunan.

“Jangan tolak petugas kami dan berikan informasi apa adanya jangan yang tak benar. Karena masyarakat rugi jika masyarakat tak terdata,” harap Agnes (Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!