Headline News

Harganas ke-30 di Banyuasin Sumsel Menjadi Motivasi Turunkan Prevalensi Stunting di Konsel

Avatar
809
×

Harganas ke-30 di Banyuasin Sumsel Menjadi Motivasi Turunkan Prevalensi Stunting di Konsel

Sebarkan artikel ini
Harganas ke-30 di Banyuasin Sumsel Menjadi Motivasi Turunkan Prevalensi Stunting di Konsel
Ketgam: Wabup Konsel berserta rombongan saat menghadiri Harganas ke 30 di Banyuasin Sumsel.

KONAWE SELATAN, SULTRASATU.COM – Wakil Bupati Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Rasyid mengaku, momen Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 30 tahun yang ia hadiri di Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi motivasi dirinya untuk bisa menurunkan angka prevalensi stunting di Konsel.

Ketgam Wabup Konsel berserta rombongan saat menghadiri Harganas ke 30 di Banyuasin Sumsel.
Ketgam: Wabup Konsel berserta rombongan saat menghadiri Harganas ke 30 di Banyuasin Sumsel.

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Konsel telah sejalan dengan program pemerintah pusat yang terus berupaya mencegah dan menurunkan angka stunting atau kelahiran tubuh pendek yang dianggap masih lumayan.

“Ini menjadi motivasi kita, bahwa apa yang kita lakukan di daerah juga tengah dilakukan di pusat, Sehingga, berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengatasinya,” kata Rasyid yang juga Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Konsel.

Ketgam Wabup Konsel berserta rombongan saat menghadiri Harganas ke 30 di Banyuasin Sumsel.
Ketgam: Wabup Konsel berserta rombongan saat menghadiri Harganas ke 30 di Banyuasin Sumsel.

Terpenting lanjut Rasyid, dalam mencegah stunting, peranan keluarga sangat penting. misalnya, meluncurkan program bapak asuh dan program Dapur sehat atasi stunting (Dashat) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Konsel berkolaborasi dengan TPPS.

“Program bapak asuh dan Dashat tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. Khususnya yang rentan seperti pada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang disinyalir bakal stunting,” ujar Rasyid.

BACA JUGA:  Pemkot Kendari Serahkan LKP Kendari pada BPK RI Tahun 2023

Ia mengungkapkan, hadirnya ia pada Harganas kemarin, Kamis 6 Juli 2023, menjadi bukti kesiapan dan kesungguhan pemerintah dalam mengatasi stunting, sembari jadikan momentum dan motivasi cegah dan turunkan angka prevalensi stunting di Konsel.

“Target Tahun 2024 turun hingga 14% sejalan dengan target nasional, selanjutnya tidak ada kasus stunting lagi beberapa tahun kedepan. Untuk itu, tentu harus melibatkan semua pihak termasuk peran lingkup keluarga dengan lainnya,” bebernya.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

Sementara, Kepala Dinas PPKB Konsel dr Maharayu mengaku, pihaknya terus membangun sinergi bersama TPPS Konsel untuk mendata keluarga rentan stunting. Dimana, ia berkomitmen membina dan memotivasi tim bekerja maksimal menurunkan stunting sesuai peran dan keahliannya.

“Kita yakin dengan intervensi bersama, seluruh pihak terkait dengan kelebihan ilmu yang dimiliki masing-masing juga didukung masyarakat, angka stunting bisa kita turunkan hingga zero kasus,” tegas mantan Kadis Kesehatan ini.

Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Konsel Masyta mengungkapkan, dari jumlah data sasaran 15.127 balita pada Tahun 2022, yang beresiko stunting se Konsel mencapai 1.239 jiwa dengan rincian 363 sangat pendek dan 878 kategori pendek.

“Dengan program dan aksi nyata yang sedang dilakukan Pemda Konsel bersama stakeholder lainnya angka stunting terus mengalami penurunan ditahun berikutnya,” tutur Masyta.

Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Nurtin turut menambahkan, bahwa langkah kongkrit program Pemerintah Daerah juga sesuai tupoksi bidangnya telah melaksanakan edukasi melalui program Bapak Asuh dan Dahsat dengan menyasar 53 kampung keluarga berkualitas pada 25 Kecamatan, khususnya bagaiaman cara pemberian makanan bergizi menggunakan bahan baku beragam yang mudah dan murah didapat.

“Tujuannya biar paham gimana menyajikan menu beragam yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi pertumbuhan bayi dan menjaga kesehatan Ibu termasuk pada Calon pengantin sehingga generasi penerus terhindar dari stunting,” tandasnya.

Terakhir, Kabid Keluarga Berencana DPPKB Konsel Waritz Hikmah Dzuhri mengatakan Poin utama Harganas ke 30 tahun 2023 terkait penurunan stunting dan menjaga pasangan usia subur, bidangnya telah melaksanakan serentak pada tanggal 14 Juni 2023 Pelayanan Sejuta Akseptor (PSA) dengan target akseptor 1.101, capaian 1.616 (146%) akseptor yang di layani di seluruh Faskes yang telah teregistrasi di new siga terdiri dari akseptor Implan, IUD, MOP (Vasektomi), MOW (Tubektomi), KB Suntik, PIL Dan Kondom.

Sebelumnya, Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel) Rasyid S.Sos M.Si didampingi Kepala Kadis PPKB Konsel dr Maharayu M.Kes menghadiri Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-30 di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis, 6 Juli 2023.

Membuka kegiatan Harganas, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia nanti tahun 2024 hingga 14% yang saat ini capai 21,6%, tingginya angka stunting menurut ia karena keluarga yang belum memahami dan belum memperhatikan kondisi itu. (SS/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!