Daerah

Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD, Surunuddin Harap Visi Desa Amanah dan Sejahtera Tercapai

Avatar
1691
×

Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas BPD, Surunuddin Harap Visi Desa Amanah dan Sejahtera Tercapai

Sebarkan artikel ini

KONAWE SELATAN, SULTRASATU. COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD), di salah satu hotel di kota Kendari, Rabu (21/9/2022) malam.

Kegiatan itu diikuti para Ketua BPD se-Kabupaten Konsel. Bimbingan tekhnis itu juga dibuka oleh Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga ST MM didampingi Kepala DPMD Konawe Selatan, Annas Mas’ud dan TP4D Konawe Selatan, Samsu SP M.Si.

Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga mengatakan, pemerintah darerah dalam pelaksanaan pembangunan desa telah terurai dalam RPJMD 2021-2025. Dimana, visi daerah menuju Konsel yang amanah, sejahtera berbasis desa.

Sehingga dibutuhkan penguatan kapasitas bagi aparatur desa dalam mengembangkan kompetensi aparat desa, aparat pengelola BumDes dan BPD sebagai aparat pengawasan di desa.

BACA JUGA:  Pelantikan Selanjutnya 63 Kepsek di Konut Menunggu Rekomendasi Mendagri

“Sehingga pelaksanaan pembangunan satu arah, antara desa dan BPD maka daerah berkembang dan maju khususnya di desa sesuai visi dan misi pemerintah daerah,” kata Surunuddin saat membuka bimtek.

Menurut orang nomor satu di Konsel itu, dengan penguatan kapasitas aparatur desa tersebut dalam membangun program di pedesaan perlu duduk bersama untuk satu persepsi. Karena tanpa satu arah maka pembangunan akan sulit tercapai.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

“Bapak ibu hadir ini untuk mendapat masukan dan informasi peraturan dan perundang-undangan yang ada perlu diketahui. Kalau tidak memahami regulasi sama halnya berenang di sungai tanpa pelampung yang akhirnya tenggelam,” beber Surunuddin.

Lanjut bupati dua periode itu mengungkapkan, sejak enam tahun yang lalu kabupaten Konsel telah digaungkan sebagai desa maju.

Alasannya, kata Surunuddin, masyarakat Konsel terbesar berdiam di desa.

“Andoolo hanya perkantoran, lainnya semua di desa-desa. Sejak saya diamanahkan, desa kita harus bangun. Desa harus terhubung. Selama enam tahun desa telah kita hubungkan melalui pengaspalan sepanjang 300 kilometer,” ungkapnya.

Sebab, lanjutnya, jika itu terhubung maka putaran ekonomi dapat berjalan di desa.

Begitu pula, program saat ini yang tengah dicanangkan kata Surunuddin, mengembangkan infrastruktur digital di desa. Artinya, seluruh informasi di Konsel menjadi satu.

Apalagi, Surunuddin membeberkan bahwa kita tidak boleh tertinggal. Melihat Konsel adalah salah satu kabupaten yang telah menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Pembangunan tentang kawasan pedesaan saat ini tengah digenjot. BPD memiliki fungsi strategis yakni membahas dan menyepakati kebijakan di desa. BPD sangat penting. Perlu membangun komunikasi bersama kepala desa agar berjalan beriringan. Saya meminta BPD mampu menggali potensi desa agar membuat peraturan desa yang mampu menciptakan pendapat desa demi kesejahteraan masyarakat di desa itu sendiri,” imbau Surunuddin.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Bintek, Asmurdani Tonga menuturkan Pelaksanaan Bintek sesuai Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang desa dan Permendagri No 110 tahun 2016 tentang BPD. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!