Nasional

Forum ICSF Region Indonesia Timur Dihadiri Ratusan Perwakilan Masyarakat Sipil

Redaksi Sultrasatu
1696
×

Forum ICSF Region Indonesia Timur Dihadiri Ratusan Perwakilan Masyarakat Sipil

Sebarkan artikel ini
Momen diskusi organisasi masyarakat sipil pada acara ICSF.

MAKASSAR, SULTRASATU.COM- Lebih dari 100 orang perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) untuk regional Indonesia timur mengikuti acara Indonesia Civil Society Forum (ICSF) yang digelar di Makkasar, Senin (17/07/2024).

Untuk acara tahun ini, pertemuan ICSF merupakan yang ke-5. Akan tetapi di tahun 2024 ini acara diselengarakan dengan format yang sedikit berbeda.

Dimana, sbelumnya hanya dilakukan di tingkat nasional di Jakarta saja, tahun ini ICSF berkeliling ke tiga region di Indonesia sebelum akhirnya mengumpulkan masyarakat sipil di tingkat nasional.

Forum ICSF penting untuk mencatat berbagai tantangan.

Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, Muhammad Yusran Laitupa mengatakan forum ICSF penting untuk mencatat berbagai tantangan, kesulitan maupun pelemahan yang sedang dihadapi bersama.

Mengingat, untuk di Indonesia sendiri, kerja-kerja masyarakat sipil mencoba menjangkau masyarakat yang paling rentan, terpinggirkan, dan secara langsung terdampak.

BACA JUGA:  Silaturahmi Bersama Partai KIM di Hambalang, Bupati Koltim Terpilih Naik Ojek ke Lokasi

Kerja-kerja ini seringkali mengisi kekosongan dan membantu inisiatif-inisiatif pemerintah dalam banyak isu, mencakup isu lingkungan,
perempuan, Hak Asasi Manusia (HAM), isu kelompok disabilitas dan lainnya.

“Sangat pentingnya untuk mengapresiasi dan merayakan setiap perubahan positif, dukungan, dan kolaborasi yang telah dicapai dan terjalin hingga saat ini,” ujarnya.

Senada, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Ilham Saenong dari mengungkaokan, dirinya dapat melihat antusiasme peserta, baik yang berasal dari kota terdekat, Makassar, maupun yang jauh-jauh datang dari ujung pulau Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua.

“Forum dua hari ini menjadi kesempatan kita untuk saling belajar dan memaknai ulang apa dan siapa yang kita perjuangkan, ruang sipil seperti apa yang harus tersedia, dan bagaimana kita mengupayakannya. ICSF ini menjadi forum dan ruang aman bagi kita semua untuk masyarakat sipil berefleksi dan berstrateg,” kata Ilham.

BACA JUGA:  Momen Bersejarah, Presiden Prabowo Lantik 961 Kepala Daerah di Istana Kepresidenan Jakarta
Masyarakat sipil memerlukan kebutuhan untuk regenerasi.

Masih Ilham melanjutkan, bahwa saat ini, masyarakat sipil di Indonesia tengah menghadapi banyak ragam tantangan.

Misalnya, minimnya akses kepada fasilitas publik untuk gerakan kelompok disabilitas serta penyempitan ruang sipil dari berbagai arah.

“Apalagi, akses fasilitas publik untuk kelompok disabilitas seringkali ditemui di region Timur di Indonesia, tidak hanya itu, di beberapa desa kelompok disabilitas seringkali dianggap seperti hal yang memalukan sehingga disembunyikan oleh keluarganya,” bebernya.

BACA JUGA:  Presiden Jokowi: IKN Wujud Perubahan Peradaban Indonesia

Sementara, salah satu perwakilan organisasi masyarakata sipil, Cung menjelaskan, bahwa secara internal, masyarakat sipil memerlukan kebutuhan untuk regenerasi dalam gerakan agar pengetahuan dan kekuatan tidak berpusat kelompok tertentu saja.

“Ada kepentingan untuk terjadi regenerasi dan keterlibatan orang muda di organisasi agar pengetahuan tidak terkumpul di satu orang saja, ” ujar Cung.

Diketahui, ICS adalah forum kolaboratif masyarakat sipil seluruh Indonesia untuk menghimpun pengalaman dan perspektif tentang kondisi demokrasi dan masyarakat sipil di Indonesia saat ini, berbagai isu penting, dan peran masyarakat sipil dalam memajukan demokrasi inklusif di Indonesia. (SS/MT)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow