Daerah

Bupati Konawe Pelajari Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di Balikpapan

Redaksi Sultrasatu
738
×

Bupati Konawe Pelajari Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST menerima cinderamata dalam kunjungan kerja selama dua hari ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai Kamis (10/7/2025).

BALIKPAPAN, SULTRASATU.COM – Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST melakukan kunjungan kerja (kunker) selama dua hari ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai Kamis (10/7/2025). Fokus utama dari kunjungan tersebut adalah mempelajari sistem pengelolaan sampah dan fasilitas daur ulang modern yang diterapkan Pemerintah Kota Balikpapan dalam mewujudkan tata kelola persampahan yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.

Yusran menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan menggali praktik-praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan sampah yang berbasis teknologi. Hal ini mencakup upaya peningkatan efisiensi dalam pengumpulan, pemilahan, dan proses daur ulang untuk berbagai jenis sampah, seperti sampah plastik, organik, dan residu.

“Kami ingin belajar dari Balikpapan karena kota ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di Indonesia. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi referensi konkret bagi pengembangan sistem persampahan di Konawe,” ujar Yusran.

BACA JUGA:  Pemkab Gandeng Kementerian KP Bantu Pelajar Konut Jadi Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan

Rangkaian kunjungan Bupati Konawe meliputi diskusi mendalam antara Pemerintah Kabupaten Konawe dengan tim teknis dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Balikpapan, serta perwakilan perusahaan mitra daur ulang. Diskusi ini membahas teknologi yang digunakan, skema pembiayaan, hingga peran aktif masyarakat dan pelaku UMKM dalam siklus daur ulang.

Pihak teknis TPST Balikpapan memaparkan bahwa fasilitas mereka telah dilengkapi dengan mesin pemilah otomatis seperti optical sorter, conveyor system, mesin pencacah plastik, serta unit komposter berteknologi sistem aerasi. Teknologi ini mampu menurunkan volume sampah hingga 70% sebelum sisa residu dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Lebih dari sekadar aspek teknis, pertemuan ini juga membahas dimensi kelembagaan, ekonomi, dan sosial dari pengelolaan sampah. Pengalaman Balikpapan menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor—antara pemerintah kota, dinas terkait, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat—merupakan kunci utama keberhasilan.

BACA JUGA:  Pemda Siapkan Sertijab serta Syukuran Bupati dan Wabup Konawe Utara

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian Bupati Yusran adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Di Balikpapan, desa-desa memiliki bank sampah yang aktif memilah plastik, kertas, dan sampah organik untuk kemudian dijual ke TPST. UMKM yang tergabung dalam ekosistem ini mengolah bahan daur ulang menjadi produk bernilai, seperti ecobrick, kerajinan tangan, hingga sabun kompos.

Yusran menyampaikan bahwa sistem seperti ini sangat mungkin direplikasi di Kabupaten Konawe. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kelembagaan bank sampah, mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta menjalin kemitraan yang lebih luas dengan sektor industri daur ulang.

BACA JUGA:  Pesan Ramadhan Bupati Ruksamin Melalui RRI Kendari

“Prinsipnya adalah mengelola sampah bukan hanya sebagai beban lingkungan, tapi sebagai sumber daya ekonomi baru yang berkelanjutan. Kita ingin mendorong masyarakat, khususnya desa dan UMKM, menjadi bagian dari solusi,” tegas Yusran.

Melalui kunjungan kerja ini, Bupati Konawe berharap terbangunnya sistem persampahan modern di Konawe yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pemkab Konawe juga berencana mengadakan studi lanjutan serta pelatihan teknis bagi aparat dan masyarakat sebagai langkah awal menuju pengelolaan sampah yang berbasis teknologi dan partisipatif.(SS/ED)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow