DaerahHukrim

Bupati Koltim Abdul Azis Tiba di Gedung KPK dengan Pengawalan Ketat, Bawa Satu Buah Koper Hitam

Redaksi Sultrasatu
773
×

Bupati Koltim Abdul Azis Tiba di Gedung KPK dengan Pengawalan Ketat, Bawa Satu Buah Koper Hitam

Sebarkan artikel ini
Bupati Kolaka Timur Abdul Azis tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Jumat (8/8/2025) sore dan sempat menyapa wartawan dengan melambaikan tangan.

JAKARTA, SULTRASATU.COM – Bupati Kolaka Timur Abdul Azis tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Jumat (8/8/2025) sore, dengan didampingi oleh pihak KPK dan kepolisian menggunakan mobil Innova berwarna hitam. Kedatangannya di gedung anti rasuah tersebut disambut puluhan media yang sudah menunggu sejak siang.

Dengan mengenakan kemeja cokelat, topi putih, dan masker, Abdul Azis masuk ke gedung KPK dengan membawa sebuah koper berwarna hitam. Tak ada sepatah kata yang keluar dari Bupati Koltim itu karena pihak KPK langsung membawa masuk ke dalam gedung Merah Putih. Namun sempat menyapa wartawan.

Abdul Azis dijemput KPK usai menghadiri Rakernas Partai NasDem di Makassar. Ia sempat bermalam di ruang pemeriksaan Polda Sulawesi Selatan pada Kamis (7/8/2025). Siang tadi, pesawat menebangkannya ke Jakarta, menuju Gedung Merah Putih.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras pada Tambang Ilegal, Tindak Siapapun Pelakunya Termasuk Kader Sendiri

“Sudah semalam di Polda Sulsel,” ujar Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, Jumat (8/8/2025).

Penangkapan itu merupakan bagian dari operasi senyap KPK di tiga lokasi, Jakarta, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Di dua lokasi pertama, tujuh orang yang terdiri dari pegawai negeri dan pihak swasta sudah lebih dulu mendarat di Jakarta pada Kamis malam.

BACA JUGA:  Kunjungan Mendikdasmen ke Sultra, Gubernur Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah Perkuat Pendidikan dan Digitalisasi Sekolah

Namun operasi di Makassar memunculkan polemik. Wakil Ketua KPK Johanis Tanak sempat membenarkan Abdul Azis terjaring OTT. Namun, Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni menggelar jumpa pers dan mengatakan tak ada OTT karena masih mengukuti Rakernas NasDem di Makassar.

KPK menyebut kasus ini berkaitan dengan dugaan suap proyek pembangunan atau peningkatan kualitas rumah sakit, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

BACA JUGA:  H.Ikbar Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup Konawe Utara 2025

“Dugaan suap proyek peningkatan kualitas rumah sakit dengan sumber dana DAK,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (ED)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow