KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., mewakili Pemerintah Kabupaten Konawe Utara mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) secara virtual bersama Pangdam XIV Hasanuddin dalam rangka membahas rencana pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.
Kegiatan tersebut berfokus pada lokasi sasaran di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Kamis (16/4/2026).
Rakornis tersebut merupakan bagian dari tahapan strategis dalam memastikan kesiapan lintas sektor sebelum pelaksanaan TMMD. Program ini secara konseptual merupakan bentuk sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan wilayah perdesaan, khususnya daerah yang masih memerlukan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Konawe Utara didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara, Herman Sewani, S.H., Komandan Distrik Militer (Dandim) 1430 Konawe Utara, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam perencanaan pembangunan berbasis partisipatif.

Melalui forum Rakornis, Pangdam XIV Hasanuddin menekankan pentingnya integrasi program TMMD dengan prioritas pembangunan daerah. Hal ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa, jembatan, fasilitas umum, serta kegiatan non-fisik berupa penyuluhan, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Pendekatan multidimensional ini dinilai mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) serta memperkuat ketahanan wilayah secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Konawe Utara dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-128.
Abuhaera menegaskan, program ini memiliki nilai strategis dalam mendorong akselerasi pembangunan desa serta memperkecil kesenjangan antarwilayah. Selain itu, TMMD juga dinilai sebagai instrumen efektif dalam memperkuat kohesi sosial antara TNI dan masyarakat.
“Pemerintah daerah akan memastikan seluruh aspek pendukung, baik administratif maupun teknis, dapat terpenuhi secara optimal. Sinergitas lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Desa Tapuwatu sebagai lokasi pelaksanaan TMMD ke-128 dipilih berdasarkan sejumlah indikator, antara lain kebutuhan infrastruktur, tingkat aksesibilitas, serta potensi pengembangan wilayah. Dengan adanya intervensi melalui program TMMD, diharapkan terjadi peningkatan konektivitas antarwilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Secara ilmiah, program TMMD dapat dipandang sebagai model pembangunan berbasis kolaborasi (collaborative governance) yang mengedepankan integrasi antara kekuatan militer dan sipil dalam kerangka pembangunan nasional. Model ini terbukti efektif dalam menciptakan efisiensi sumber daya, percepatan pembangunan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Rakornis ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang komprehensif dan terukur, sehingga pelaksanaan TMMD ke-128 di Desa Tapuwatu dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis bahwa program ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan wilayah yang lebih merata,” pungkasnya. (Edy)













