KENDARI, SULTRASATU.COM – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Konawe Utara (Konut) turut ambil bagian dalam ajang fashion show pada rangkaian Festival BKMT dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara yang berlangsung di pelataran Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (26/4/2026).
Dalam ajang tersebut, BKMT Konut menampilkan kain tenun khas Konasara yang merupakan hasil binaan Ketua BKMT Konut, Hj. Wirsa Wastawati Ikbar, S.Tr., Keb., M.Kes, bersama Wakil Ketua Hj. Sarlina Abuhaera, S.Pd., M.M. Penampilan busana tersebut berhasil mencuri perhatian dengan keunikan motif dan kekuatan filosofi yang diusung.
Busana yang ditampilkan mengangkat kain tenun Konasara dengan motif Kalosara serta dominasi warna biru tua. Motif Kalosara sendiri memiliki makna mendalam sebagai simbol persatuan masyarakat Konawe Utara yang terdiri dari berbagai suku, adat dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis sejak dahulu hingga kini.

Sementara itu, warna biru tua yang mendominasi busana memberikan kesan anggun dan elegan. Warna ini juga mencerminkan kedalaman nilai tradisional serta menjadi simbol kekayaan budaya dan kearifan lokal yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Konawe Utara.
Ketua BKMT Konut, Wisra Wastawati Ikbar mengatakan, keikutsertaan BKMT Konut dalam festival fashion show adalah sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan HUT ke-62 Sultra.
“Kegiatan ini juga menjadi upaya strategis untuk memperkenalkan kain tenun Konasara ke khalayak yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional,” terangnya.
Ia berharap, melalui momentum Festival BKMT, kain tenun Konasara semakin dikenal sebagai salah satu identitas budaya yang membanggakan. Tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai simbol persatuan, warisan leluhur, serta representasi jati diri masyarakat Konawe Utara di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, partisipasi BKMT Konut juga menjadi bukti bahwa organisasi keagamaan mampu berperan aktif dalam pelestarian budaya. Dengan menggabungkan nilai religius dan kearifan lokal, BKMT Konut menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah sebagai aset penting bangsa.
“Ke depan, kain tenun Konasara diharapkan terus berkembang, tidak hanya sebagai busana tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dalam dunia fashion modern tanpa meninggalkan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya,” bebernya.
Diketahui, kain tenun Konasara sebelumnya telah beberapa kali tampil dalam ajang fashion show tingkat nasional, termasuk dalam Indonesia Fashion Week pada tahun 2004 dan 2005. Pada kesempatan tersebut, kain tenun ini bahkan diperagakan langsung oleh Ketua Dekranasda Konawe Utara Hj. Wisra Wastawati, S.Tr., Keb., M.Kes, menandakan nilai eksklusif dan kualitasnya yang mampu bersaing di panggung nasional. (Edy)













