Metro Kota

Hugua Beri Arahan Perkuat Layanan Penanganan Stunting untuk Percepat Penurunan Prevalensi di Sultra

Redaksi
135
×

Hugua Beri Arahan Perkuat Layanan Penanganan Stunting untuk Percepat Penurunan Prevalensi di Sultra

Sebarkan artikel ini
Wagub Sultra, Hugua. Foto: Ist.

KENDARI, SULTRASATU.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan intervensi spesifik penanganan stunting yang lebih terarah, terukur dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sultra, Dr. Ir. Hugua, M.Ling, saat membuka secara resmi dan memberikan arahan pada pertemuan evaluasi pelaksanaan intervensi spesifik stunting tingkat Provinsi Sultra tahun 2026 yang dihadiri Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sultra, di Hotel Claro Kendari, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, penanganan stunting merupakan amanat konstitusi yang berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia, sehingga pendekatannya harus menyentuh aspek mendasar kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:  Tuding Isu Miring, Karo Ekonomi Pastikan Seleksi Direksi Dewan Pengawas Prosedural

“Stunting ini berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi sejak dini. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh asupan zat gizi esensial dalam tubuh. Kalau ini tidak terpenuhi, maka akan berdampak pada kemampuan fisik, mental, hingga produktivitas ke depan,” ujar Hugua.

Pemprov Sultra fokus penanganan stunting. Foto: Ist.

Dengan prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara yang masih berada di kisaran 26,1 persen, daerah ini ditargetkan menurunkan angka tersebut hingga sekitar 17 persen. Untuk itu diperlukan kerja keras serta sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar posisi Sultra minimal dapat mencapai rata-rata nasional.

BACA JUGA:  Pimpin Apel Perdana Usai Libur Lebaran, Wali Kota Kendari Tekankan Semangat Pengabdian dalam Tugas Pemerintahan

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah memperkuat dua pendekatan utama, yakni promosi melalui edukasi pola makan bergizi seimbang bagi ibu hamil, balita dan keluarga, serta kuratif melalui layanan pengobatan bagi kasus stunting akibat faktor kesehatan, termasuk penyakit penyerta yang menghambat penyerapan gizi pada anak.

Selain itu, Pemprov Sultra juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas wilayah dalam pelaksanaan program. Perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dilakukan secara bersama antara provinsi dan kabupaten/kota agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

BACA JUGA:  Poliklinik BNNP Sultra Layani Evaluasi Psikologi Rehabilitasi SKHPN Penguna Narkotika
Pemprov Sultra fokus penanganan stunting. Foto: Ist.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola program, evaluasi akan dilakukan secara berkala sepanjang tahun, baik pada pertengahan maupun akhir tahun sebagai dasar perbaikan dan penyusunan strategi ke depan.

Pendekatan perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan budaya juga menjadi perhatian, mengingat kebiasaan sehari-hari sangat memengaruhi keberhasilan intervensi stunting, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang lebih efektif dan menyentuh aspek sosial masyarakat. (Mita)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow