Daerah

Festival Liangkabori 2025 Resmi Dibuka, Usung Tema Pelestarian Budaya Leluhur

Redaksi Sultrasatu
843
×

Festival Liangkabori 2025 Resmi Dibuka, Usung Tema Pelestarian Budaya Leluhur

Sebarkan artikel ini
Opening Festival Liangkabori 2025 di Desa Liangkobori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (11/7/2025).

MUNA, SULTRASATU.COM – Festival Liangkabori 2025 resmi dibuka di Desa Liangkobori, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada Kamis (11/7/2025). Acara budaya tahunan ini akan berlangsung selama sepekan, hingga 18 Juli 2025, dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya Leluhur, Daseise Lalo Damowanu Liwu” yang berarti “Jaga Budaya Leluhur Demi Kemajuan Negeri”.

Festival ini digelar di kawasan bersejarah Goa Liangkabori, salah satu situs prasejarah terpenting di Indonesia. Goa tersebut menjadi saksi bisu kehidupan manusia ribuan tahun silam yang terekam dalam ratusan lukisan dinding berupa gambar telapak tangan, perahu, fauna, dan simbol-simbol kehidupan masa lampau.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., langsung membuka kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Muna, Wakil Bupati Muna, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, perwakilan LIPI dan BRIN, Bupati Buton Tengah, Sekda Muna Barat, serta komunitas budaya, wisatawan lokal dan mancanegara.

BACA JUGA:  Setahun Pimpin Konsel, Irham Kalenggo Integrasikan Nilai Spiritual dalam Akselerasi Program SETARA

Hugua menegaskan bahwa Festival Liangkabori bukan sekadar ajang seni dan hiburan, melainkan peristiwa penting dalam upaya pelestarian identitas budaya dan sejarah peradaban bangsa.

“Goa Liangkabori adalah situs kuno yang diperkirakan telah ada sejak 60 ribu tahun sebelum masehi. Ini adalah bukti bahwa Pulau Muna memiliki akar sejarah peradaban manusia yang sangat tua. Keberadaan festival ini adalah wujud penghargaan terhadap leluhur dan penegasan bahwa Sulawesi Tenggara memiliki warisan budaya dunia,” ungkap Hugua.

Ia juga menyoroti ikon budaya khas Muna, yakni Kaghati Kolope, layang-layang tradisional yang terbuat dari daun dan telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam Festival Liangkabori, perlombaan layang-layang kuno ini menjadi daya tarik tersendiri, bahkan menarik minat peserta dari luar negeri.

BACA JUGA:  Bupati dan Wabup Konawe Utara Kumpulkan Pimpinan OPD, Minta Genjot PAD pada Semua Sektor

“Kaghati Kolope bukan hanya permainan, tapi simbol peradaban. Ini adalah ekspresi budaya yang mengandung nilai artistik dan historis. Sangat membanggakan bahwa tradisi ini masih hidup dan menjadi bagian dari festival yang semakin mendunia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wagub berharap Festival Liangkabori dapat masuk dalam kalender tetap pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara dan nasional. Ia optimistis festival ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita ingin budaya masa lalu dan kehidupan masyarakat modern bisa saling menguatkan. Pariwisata bukan hanya soal pemandangan, tapi juga bagaimana warisan budaya menjadi kekuatan ekonomi dan identitas,” tuturnya.

Ir. Hugua juga menekankan bahwa sektor pariwisata adalah salah satu kekuatan ekonomi masa depan yang mampu menyumbang pendapatan asli daerah dan devisa nasional. Menurutnya, kekayaan budaya seperti Liangkabori adalah modal besar yang perlu terus dikembangkan.

BACA JUGA:  Pimpin Upacara HAB Kementerian Agama RI ke-79 di Konut, Bupati Ruksamin Serukan Kerukunan Umat Menuju Indonesia Emas 2024

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Muna atas penyelenggaraan Festival Liangkabori yang dinilai sukses memperkuat citra budaya dan pariwisata Sulawesi Tenggara.

“Selamat kepada Pemkab Muna. Semoga Liangkabori terus menjadi inspirasi. Mari kita terus jaga, rawat, dan promosikan budaya ini agar menjadi kebanggaan Indonesia dan dunia. Muna semakin sejahtera, masyarakatnya semakin maju, aman, dan religius sesuai visi ASR-HUGUA,” pungkasnya.

Festival Liangkabori 2025 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah, mengangkat ekonomi lokal berbasis kearifan leluhur, dan menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai destinasi unggulan wisata budaya dan sejarah di Indonesia. (SS/MI)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow