KENDARI, SULTRASATU.COM – Dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari tindakan kekerasan psikis maupun fisik, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) melalui Subdirektorat Pembinaan Polisi Masyarakat (Binpolmas) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Pencegahan Bullying Sejak Dini di SDN 86 Kota Kendari, Jumat pagi (11/7/2025).
Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WITA dengan dihadiri oleh lima personel kepolisian sebagai narasumber. Sosialisasi dipimpin langsung oleh AKP Mukhammad Basuni, didampingi Ipda Muhammad Aris, S.H., M.M., Aiptu Suherman, S.H., M.H., Aipda Abu Rizal, dan Briptu Zulkifli. Kelima narasumber tersebut memberikan pemahaman secara interaktif kepada siswa-siswi sekolah dasar mengenai bahaya dan dampak perundungan (bullying), baik secara psikologis maupun sosial.
Menurut AKP Basuni, fenomena bullying di lingkungan sekolah merupakan isu serius yang berpotensi mengganggu stabilitas psikologis dan proses perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, perlu upaya edukatif secara masif dan berkelanjutan agar anak-anak memahami nilai-nilai toleransi, empati, dan pentingnya membangun interaksi sosial yang sehat.
“Kita ingin menanamkan sejak dini bahwa menghormati teman, menghargai perbedaan, dan menjunjung etika sosial adalah fondasi penting dalam kehidupan sekolah. Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, menyenangkan, dan bebas dari rasa takut,” ujar AKP Basuni dalam penyampaiannya di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa dalam bentuk verbal, emosional, hingga kekerasan digital (cyberbullying) yang semakin marak seiring perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pendidikan karakter sejak usia dini menjadi kunci untuk membentuk generasi yang beradab, kritis, dan berperilaku etis.
Dalam kegiatan ini, Ditbinmas Polda Sultra juga membangun kerja sama strategis dengan pihak sekolah untuk memperkuat sistem pengawasan dan pembinaan di lingkungan pendidikan. Pendekatan persuasif, edukatif, dan komunikatif menjadi strategi utama yang digunakan untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan siswa dan tenaga pendidik.
Kepala SDN 86 Kendari menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas perhatian Polda Sultra terhadap isu bullying yang selama ini menjadi kekhawatiran di kalangan pendidik dan orang tua. Ia berharap sosialisasi semacam ini dapat terus dilaksanakan secara berkala di sekolah-sekolah lain di Kota Kendari maupun wilayah Sultra secara umum.
“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Mereka perlu merasa aman dan dihargai di lingkungan tempat mereka belajar dan berkembang. Dukungan dari kepolisian seperti ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya.
Sosialisasi ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga diselingi dengan simulasi kasus ringan dan sesi tanya jawab interaktif agar siswa dapat memahami secara konkret bentuk-bentuk bullying dan cara mencegahnya. Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman tentang pentingnya melaporkan kepada guru atau orang dewasa jika melihat atau mengalami perundungan.
Melalui kegiatan ini, Ditbinmas Polda Sultra menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya preventif di sektor pendidikan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang inklusif, khususnya bagi peserta didik di jenjang dasar. Edukasi dini terhadap isu bullying diharapkan dapat menurunkan tingkat kekerasan di sekolah dan meningkatkan kualitas interaksi sosial siswa yang berlandaskan saling menghargai dan solidaritas.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara emosional, etis, dan sosial di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang pesat. (SS/MI)













