DaerahHukrim

WBP Rutan Kendari Meninggal Mendadak di Dalam Sel, Hasil Otopsi Tak Temukan Riwayat Penyakit

Redaksi
1064
×

WBP Rutan Kendari Meninggal Mendadak di Dalam Sel, Hasil Otopsi Tak Temukan Riwayat Penyakit

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Lendra Pratama dan Dokter Klinik Rutan Kendari, dr Rachmad di Rutan Kendari, Rabu (3/6/2026).

KENDARI, SULTRASATU.COM – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Kendari yang ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanan pada Selasa (2/6/2026) tidak memiliki riwayat penyakit. Hal itu berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kendari.

Otopsi dilakukan atas permintaan pihak keluarga yang ingin mengetahui penyebab pasti kematian warga binaan bernisial A (26) secara mendadak di dalam sel tahanan.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Rutan Kelas IIA Kendari Lendra Pratama Kastian mengatakan A merupakan WBP asal Desa Uepai, Kecamatan Uepai Kabupaten Konawe yang sedang menjalani masa tahanan selama enam bulan karena kasus penganiayaan.

BACA JUGA:  Ketua Dekranasda Konawe Utara Hadiri Indonesia Fashion Week 2026

A pertama kali ditemukan tidak bernyawa oleh petugas yang mengecek penghuni kamar di waktu pergantian jaga atau pagi hari. Saat itu, seluruh warga binaan bangun, kecuali A.

Petugas mengira A masih tertidur, namun setelah beberapa kali dibangunkan, A tidak merespon. Hingga akhirnya petugas memanggil tenaga megis untuk memeriksa dan membawanya ke RS Bhayangkara Kendari, dan dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga yang mendapat kabar tersebut meminta untuk dilakukan otopsi. Hasilnya, tidak ditemukan tanda kekerasan dan tidak ada riwayat penyakit yang diderita.

BACA JUGA:  Bupati Konawe Utara Hadiri Gala Dinner Musrenbang RKPD Sultra 2027 di Kolaka, Gubernur Tekankan Pembangunan Serapan dari Bawah

Selain itu, hasil tes urine menunjukkan warga binaan tersebut negatif gunakan obat-obatan terlarang, sedangkan sampel darahnya dikirim ke laboratorium di Makassar untuk pemeriksaan lanjutan. Hal itu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan tertentu yang belum terdeteksi melalui pemeriksaan awal.

“Pihak keluarga menerima hasilnya dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Sulardi di Rutan Kendari, Rabu (3/6/2026).

Dokter Klinik Rutan Kendari, dr Rachmad, mengatakan A sebelumnya tidak pernah mengeluh ke petugas maupun tenaga medis rutan, ia hanya pernah mengeluh demam kepada rekan-rekan di kamarnya sebelum meninggal, dan disarankan untuk diperiksa namun ditolak oleh A.

BACA JUGA:  Dari Stunting hingga Ancaman Bencana, Ikbar Beberkan Kondisi Riil Konawe Utara ke BPKP

“Selama ini yang bersangkutan tidak pernah berobat dan tidak pernah menyampaikan keluhan kesehatan. Rekam medisnya kosong, tidak ada riwayat penyakit yang tercatat. Almarhum kemungkinan merasa kondisinya belum terlalu parah sehingga memilih tidak berobat. Ia hanya meminta dipijat dan menganggap keluhannya masih bisa ditahan,” kata dr Rachmad.(Ed)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow