KENDARI, SULTRASATU.COM – Suasana di kawasan Wua-Wua, Kota Kendari, mendadak heboh pada Kamis (22/1/2026).
Sebuah rekaman video berdurasi 4 menit 35 detik dan 1 menit 50 detik viral, memperlihatkan konfrontasi panas antara mantan orang nomor satu di Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, dengan aparat Satpol PP Provinsi Sultra.
Bukan sekadar protes biasa, ketegangan memuncak saat Nur Alam yang didampingi mantan Wakil Gubernur, H. Saleh Lasata, melakukan aksi heroik sekaligus nekat.
Di hadapan petugas yang hendak melakukan penertiban aset, Nur Alam tampak merobek bajunya hingga terbuka dan berteriak menantang petugas untuk menembaknya di tempat.
“Tembak saja saya!” seru Nur Alam dalam video tersebut, sebuah pernyataan yang kontras dengan sosoknya yang biasanya tenang.
Kemarahan besar ini dipicu oleh cara penertiban aset oleh Pemprov Sultra yang dinilai kasar dan mengabaikan etika.
Nur Alam dengan tegas mengecam tindakan represif aparat dan mendesak agar Pemerintah Provinsi Sultra kembali ke jalur administrasi yang benar.
“Gunakan etika pemerintahan yang baik, bukan cara-cara seperti ini!” tegasnya lagi di tengah kerumunan massa yang menyaksikan drama tersebut.
Mantan Gubernur Sultra, Nur Alam, tantang balik Pemprov Sultra saat proses penertiban lahan
Nur Alam menilai aksi Satpol PP sudah di luar kewajaran dan terkesan seperti “menyerbu” hanya demi menertibkan aset yang statusnya sedang diproses.
“Biar Presiden tahu bagaimana kelakuan Pemprov Sultra terhadap mantan gubernurnya,” tutup Nur Alam dengan nada tinggi.
Aksi berani mantan Gubernur yang memimpin Sultra selama dua periode ini langsung memicu perdebatan luas di media sosial.
Menciptakan polarisasi antara pendukung langkah tegas pemerintah dan mereka yang menyayangkan tindakan kasar terhadap tokoh daerah.(Ed)













