Daerah

Petugas Pos Pam Lantari Jaya Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Desa Kalaero

Redaksi 01
905
×

Petugas Pos Pam Lantari Jaya Gagalkan Percobaan Bunuh Diri di Desa Kalaero

Sebarkan artikel ini

BOMBANA, SULTRASATU. COM- Upaya bunuh diri yang dilakukan seorang petani berinisial KB (31) di Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana berhasil digagalkan oleh petugas Pos Pam Lantari Jaya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/12/3024), KB nekat mencoba mengakhiri hidupnya akibat tekanan berat dari konflik rumah tangga dan masalah ekonomi.

Diketahui, insiden bermula ketika KB mendatangi rumah iparnya untuk mengajak istrinya, GS (26), kembali ke rumah. Namun, sang istri menolak dengan alasan sering mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Setelah meninggalkan rumah iparnya, KB kembali ke kediamannya. Tak lama, ipar KB yang curiga memutuskan menyusul dan mendapati KB sudah mempersiapkan tali untuk gantung diri.

BACA JUGA:  Sukseskan Pengukuhan DPP LAT, Pemkot Kendari Pastikan Pelestarian Adat dan Budaya Tolaki

Iparnya segera melaporkan kejadian tersebut ke Pos Pam Lantari Jaya.

Delapan petugas Pos Pam segera. merespons laporan tersebut dan tiba di lokasi pada pukul 00.20 WITA.

Setelah mendobrak pintu rumah, mereka menemukan KB dalam posisi berdiri di atas kursi dengan tali melilit lehernya.

Petugas langsung memotong tali menggunakan parang dan menenangkan KB yang dalam kondisi emosional.

Kapospam Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, SH., CPM, mengungkapkan bahwa konflik rumah tangga KB telah memuncak sejak istrinya meninggalkan rumah pada 17 Desember 2024.

BACA JUGA:  Pemda Konawe Utara Tetapkan LPJ Pelaksanaan APBD 2024 dan RPJMD 2025-2029 Menjadi Perda

“Sang istri menolak kembali karena mengaku sering menjadi korban KDRT, termasuk insiden di mana KB pernah membakar rumah dengan sengaja. Tekanan ekonomi juga diduga menjadi pemicu tindakan nekat ini,” ujarnya.

Petugas selanjutnya membawa KB ke Polsek Lantari Jaya untuk pendampingan lebih lanjut dan mempertemukan KB dengan istrinya dalam upaya mediasi.

Namun, GS tetap menolak kembali karena trauma atas tindak kekerasan yang dialaminya.

Petugas selanjutnya membawa KB ke Polsek Lantari Jaya untuk pendampingan lebih lanjut dan mempertemukan KB dengan istrinya dalam upaya mediasi.

“GS tetap menolak kembali karena trauma atas tindak kekerasan yang dialaminya, ” ungkapnya.

BACA JUGA:  Seleksi PPPK Tahap 2 Konsel Berlangsung Transparan untuk Seleksi ASN Berkualitas

IPDA Prasetyo Nento menegaskan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani kasus seperti ini.

“Selain menyelamatkan nyawa pelaku, kami memberikan dukungan psikologis agar pelaku tidak mengulangi tindakan serupa. Kami juga melakukan mediasi dengan keluarga untuk mencari solusi terbaik,” jelasnya.

Kapospam berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak segan mencari bantuan kepada pihak berwenang saat menghadapi persoalan berat, sehingga tindakan ekstrem seperti percobaan bunuh diri dapat dicegah. (SS/ED)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow