KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM — Cahaya obor berpijar di tengah suasana malam Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu (15/8/2026). Puluhan hingga ratusan peserta dengan penuh semangat mengikuti Upacara Taptu sekaligus pelepasan Pawai Obor dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-65.
Pawai Obor tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan kemerdekaan dan Hari Pramuka. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menyalakan semangat kebangsaan, mengenang jasa para pahlawan, mempererat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda di Kabupaten Konawe Utara.
Malam peringatan berlangsung dalam suasana penuh khidmat. Nyala obor yang dibawa para peserta menjadi simbol semangat perjuangan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Konawe Utara, jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Konawe Utara, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), para pembina dan pelatih Pramuka serta seluruh peserta Pawai Obor.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan dan membangun karakter generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Bupati Konawe Utara Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Pawai Obor memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Menurutnya, nyala obor yang dibawa dalam rangkaian Taptu merupakan simbol dari semangat perjuangan yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Obor yang tiba di tempat ini bukan sekadar nyala api. Ia adalah simbol semangat perjuangan yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” kata Ikbar dalam sambutannya.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti dari pelaksanaan Pawai Obor di Konawe Utara. Cahaya api yang menerangi perjalanan para peserta mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh dengan mudah.
Kemerdekaan yang kini dinikmati seluruh masyarakat Indonesia merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda bahkan jiwa dan raga demi terbebasnya bangsa dari penjajahan.
Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai bukan hanya menjadi kesempatan untuk merayakan keberhasilan bangsa mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk melakukan refleksi mengenai tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, semangat perjuangan para pahlawan harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata sesuai dengan tantangan zaman. Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan nyawa di medan perang dengan senjata, generasi sekarang menghadapi bentuk perjuangan yang berbeda.
Perjuangan masa kini dapat diwujudkan melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, kedisiplinan, kerja keras, integritas, kejujuran, kepedulian sosial serta berbagai karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Dalam konteks pembangunan daerah, generasi muda memiliki posisi yang sangat penting. Mereka merupakan bagian dari kelompok yang kelak akan meneruskan estafet kepemimpinan dan pembangunan Konawe Utara.
Karena itu, semangat nasionalisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan peringatan hari besar nasional. Semangat tersebut harus tumbuh dalam perilaku sehari-hari.
Kecintaan terhadap Indonesia dapat ditunjukkan dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati aturan, meningkatkan kemampuan diri, menjaga lingkungan serta mengambil bagian dalam kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan inilah yang berusaha dihidupkan melalui Pawai Obor. Nyala api yang tampak sederhana menjadi simbol bahwa semangat perjuangan tidak boleh padam. Api tersebut menjadi gambaran tentang tekad untuk terus bergerak maju, menjaga persatuan dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga agar api semangat itu tidak pernah padam dalam hati dan tindakan kita,” tegas Bupati Konawe Utara.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bagi seluruh peserta agar momentum peringatan HUT Kemerdekaan dan Hari Pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Semangat yang muncul dalam Pawai Obor diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan keluarga, sekolah, organisasi, tempat kerja maupun lingkungan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan bersamaan dengan momentum Hari Pramuka ke-65. Gerakan Pramuka selama ini dikenal sebagai wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya menekankan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter.
Nilai kedisiplinan, kemandirian, gotong royong, kepemimpinan, keberanian, tanggung jawab dan pengabdian menjadi bagian penting dalam pendidikan kepramukaan. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Kemajuan teknologi memberikan banyak peluang, tetapi pada saat yang sama menghadirkan tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan karakter. Generasi muda membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis, bekerja sama dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Dalam kondisi tersebut, pendidikan karakter menjadi salah satu fondasi penting. Gerakan Pramuka memiliki ruang strategis untuk membangun karakter tersebut melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, kepemimpinan dan kepedulian terhadap sesama.
Di Konawe Utara, keberadaan Gerakan Pramuka diharapkan dapat terus menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan memiliki rasa cinta terhadap daerah serta tanah air.
Pawai Obor menjadi salah satu bentuk kegiatan yang mempertemukan semangat kepramukaan dengan semangat nasionalisme.
Para peserta tidak sekadar berjalan membawa obor, tetapi membawa pesan tentang persatuan dan kesinambungan perjuangan. Ketika satu per satu obor dinyalakan, cahaya kecil tersebut kemudian menjadi bagian dari cahaya yang lebih besar.
Gambaran tersebut memiliki pesan simbolis yang kuat. Semangat kebangsaan juga demikian. Ia dapat dimulai dari satu individu, kemudian tumbuh menjadi semangat bersama ketika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak orang.
Pawai Obor di Konawe Utara memperlihatkan bagaimana sebuah tradisi peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana mempertemukan berbagai elemen masyarakat.
Forkopimda, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, KPU, Bawaslu, pembina Pramuka, pelatih Pramuka dan peserta lainnya berada dalam satu kegiatan yang sama. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan penting bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi.
Tidak ada pembangunan yang dapat berjalan maksimal jika hanya dilakukan oleh satu kelompok. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat, sementara masyarakat membutuhkan kebijakan dan pelayanan pemerintah yang baik.
Generasi muda juga memiliki peran yang tidak kalah penting.Mereka bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus dipersiapkan menjadi pelaku pembangunan.
Karena itu, kegiatan yang mendorong rasa kebersamaan dan nasionalisme seperti Pawai Obor memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran kolektif. Salah satu pesan penting yang ingin disampaikan melalui rangkaian peringatan tersebut adalah pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.
Nasionalisme bukan sekadar hafal simbol-simbol negara atau mengikuti upacara pada hari-hari tertentu. Nasionalisme juga tercermin dari bagaimana seseorang menghargai orang lain, menjaga lingkungan, mematuhi hukum, menghormati keberagaman dan berkontribusi terhadap masyarakat.
Generasi muda Konawe Utara diharapkan mampu memahami bahwa perjuangan untuk bangsa tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang besar.
Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah, berprestasi, membantu sesama, menjaga persatuan dan menghindari berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan merupakan bagian dari bentuk perjuangan pada masa kini.
Semangat tersebut menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan tantangan generasi muda di era digital. Arus informasi yang sangat cepat membuat generasi muda membutuhkan kemampuan untuk memilah informasi, menjaga etika dan menggunakan teknologi secara bijak.
Kecintaan terhadap tanah air juga dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi untuk hal-hal produktif, pengembangan kreativitas, peningkatan kapasitas diri serta promosi berbagai potensi daerah.
Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti sebagai kenangan sejarah, melainkan menjadi energi untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Kabupaten Konawe Utara memiliki potensi daerah yang besar. Pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sekaligus karakter.
Generasi muda menjadi bagian penting dari proses tersebut.Mereka diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian dan kemampuan bekerja sama. Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai dalam Gerakan Pramuka juga memiliki relevansi kuat dalam pembangunan daerah.
Gotong royong mengajarkan bahwa persoalan bersama harus dihadapi secara bersama-sama. Begitu pula dengan pembangunan Konawe Utara. Berbagai tantangan pembangunan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan dan berbagai elemen lainnya.
Pawai Obor menjadi gambaran sederhana mengenai semangat tersebut. Satu obor mungkin hanya memberikan cahaya kecil, tetapi ketika banyak obor dinyalakan secara bersamaan, cahaya yang dihasilkan menjadi jauh lebih terang.
Pesan simbolis ini menjadi penting bagi masyarakat Konawe Utara untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun daerah. Upacara Taptu dan Pawai Obor merupakan bagian dari tradisi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut memiliki nuansa berbeda dibandingkan peringatan pada siang hari.
Dalam suasana malam, nyala obor menjadi titik perhatian utama. Cahaya yang bergerak bersama para peserta menciptakan suasana khidmat sekaligus membangkitkan semangat kebangsaan.
Di balik suasana tersebut terdapat pesan sejarah mengenai perjuangan para pendahulu bangsa. Generasi saat ini memiliki kewajiban untuk menjaga hasil perjuangan tersebut dengan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan yang positif.
Karena itu, Taptu tidak semestinya hanya dipandang sebagai tradisi tahunan.Taptu dapat menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam momentum Hari Pramuka ke-65, perhatian terhadap generasi muda menjadi semakin penting. Generasi muda merupakan aset daerah dan bangsa. Mereka akan menjadi penerus berbagai program pembangunan sekaligus calon pemimpin di masa depan.
Karena itu, pembentukan karakter harus menjadi perhatian bersama. Karakter yang kuat akan membuat generasi muda memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai perubahan.
Mereka diharapkan menjadi generasi yang disiplin, berani, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Gerakan Pramuka menjadi salah satu wadah yang dapat membantu proses tersebut.
Melalui kegiatan kepramukaan, generasi muda dapat belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembangunan daerah.
Konawe Utara membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab. Generasi seperti inilah yang diharapkan mampu meneruskan pembangunan daerah dengan semangat yang positif.
Pelaksanaan Pawai Obor juga menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga semangat kebangsaan. Peserta dari berbagai unsur hadir dengan tujuan yang sama: memperingati kemerdekaan dan Hari Pramuka sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap persatuan.
Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk berjalan bersama. Justru keberagaman tersebut menjadi kekuatan. Indonesia dibangun dari keberagaman suku, budaya, bahasa, agama dan karakter masyarakat. Karena itu, persatuan harus terus dijaga.
Konawe Utara sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai tersebut. Peringatan HUT Kemerdekaan menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kembali kesadaran bahwa persatuan merupakan modal utama, (Edy).













