KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Konawe Utara, turut ambil bagian dalam kegiatan Gebyar BKMT yang menjadi bagian dari rangkaian hari ketiga peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (26/4/2026).
Keikutsertaan BKMT Konawe Utara dipimpin langsung oleh Ketua BKMT Konut, Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr.Keb., M.Kes., didampingi Wakil Ketua BKMT Hj. Sarlina Abuhaera, S.Pd., M.M., bersama jajaran pengurus dan anggota BKMT se-Konawe Utara. Mereka tampil kompak mengikuti defile bersama peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Sultra.
Gebyar BKMT merupakan salah satu agenda religius dalam peringatan HUT Sultra yang tidak hanya bertujuan memeriahkan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi wadah memperkuat nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Ratna Lada Hugua mewakili Ketua TP-PPK Arinta Nila Hapsari, bersama Ketua BKMT Sultra, Ir. Rachmawati Badallah. Seluruh peserta dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari defile hingga kegiatan keagamaan lainnya.
Ketua BKMT Konawe Utara, Hj. Wisra Wastawati Ikbar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan BKMT memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan, khususnya dalam membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Gebyar BKMT ini menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Peringatan hari jadi daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan manfaat spiritual dan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum HUT ke-62 Sultra juga menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan peran majelis taklim dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah, kata dia, sangat penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa BKMT tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat,” tegasnya.
Rangkaian Gebyar BKMT diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya zikir dan doa bersama, ceramah agama, serta penampilan kasidah dari kelompok majelis taklim. Suasana semakin semarak dengan kekompakan para peserta yang mengenakan busana muslim seragam, menciptakan nuansa religius yang kental.

Selain menjadi ajang syiar keagamaan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi antar anggota BKMT se-Sultra. Interaksi yang terjalin diharapkan dapat mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus meningkatkan semangat dakwah di tengah masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, terutama saat sesi defile dan ceramah agama yang sarat pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga persatuan serta meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. (Edy)













