Headline NewsKabar DesaNews

Jadi Pilot Projek, Dandim 1430 Konut Tinjau Lokasi Rencana Budidaya Sorgum di Desa Matandahi

Avatar
919
×

Jadi Pilot Projek, Dandim 1430 Konut Tinjau Lokasi Rencana Budidaya Sorgum di Desa Matandahi

Sebarkan artikel ini
Jadi Pilot Projek, Dandim 1430 Konut Tinjau Lokasi Rencana Budidaya Sorgum di Desa Matandahi
Ketgam: Peninjauan lokasi penanaman budidaya sorgum di Desa Matadahi oleh Dandim 1430 Konut.

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) Kabupaten Konawe Utara (Konut) meninjau langsung lokasi penanaman budidaya sorgum di Desa Matadahi Kecamatan Motui Konut, Kamis, 27 Juli 2023.

Foto bersama Dandim 1430 Konut bersama warga di lokasi penanaman budidaya sorgum di Desa Matadahi.
Ketgam: Foto bersama Dandim 1430 Konut bersama warga di lokasi penanaman budidaya sorgum di Desa Matadahi.

Penanaman budidaya sorgum di Desa Matadahi merupakan pilot projek atau percontohan di Kabupaten Konut sebagai program ketahanan pangan nasional.

Peninjauan dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 1430 Letkol Kav Sofyan, didampingi Babinsa binaan Kodim.

Jadi Pilot Projek, Dandim 1430 Konut Tinjau Lokasi Rencana Budidaya Sorgum di Desa Matandahi

Letkol Sofyan mengatakan, ketahanan pangan suatu daerah dapat menunjang ketahanan pangan nasional hingga dapat mengontrol inflas juga harga pasar.

“Budidaya tanaman sorgum sp ini adalah terobosan yang sejalan dengan program nasional dan juga Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Utara,” katanya di sela-sela peninjauan.

BACA JUGA:  Ombudsman Perwakilan Sultra Serahkan Hasil Penilaian Kinerja ke Pemkot Kendari

Lebih lanjut, Sofyan mengungkapkan, bahwa, secara nasional TNI angkatan darat telah menjalankan berbabagi terobosan untuk ketahanan pangan yang berkerjasama dengan berbagai elemen. Mulai pemerintah daerah, polri, dan juga warga.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

“Untuk di Konut sendiri, pihak kami sebelumnya, telah membudidayakan sayur mayur bersama masyarakat dan juga budidaya ikan dengan teknik bioflok dan akan terus bersinambungan,” ujarnya.

Tidak hanya untuk ketanahan pangan, Letkol Kav Sofyan juga menjelaskan, sorgum sp bisa menjadi pangan alternatif seperti bahan baku obat dan pakan ternak. Dimana, sorgum memiliki peluang besar dalam peningkatan ekonomi warga dan daerah sentral penanaman.

“Tanaman yang berasal dari Benua Afrika ini merupakan makanan pokok di Asia Selatan dan Sub Afrika yang memiliki iklim serupa dengan Indonesia. Sehinga cocok dibudidayakan secara massal, karena memiliki permintaan pasar yang jelas. Terlebih untuk Konawe Utara, budidaya sorgum ini juga telah tersedia perusahaan penampungan yang bersedia berkerjasama,” jelas Letkol Kav Sofyan.

Sementara camat Motui, Sudarmo, SE mengungkapkan, Kecamatan Motui baik kelurahan dan desa, mendukung penuh program ketahanan pangan baik secara nasional.

“Kami dukung program tersebut. Karena program telah sejalan dengan program Bupati Konawe Utara Ruksamin yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga setempat,” beber Sudarmo.

Sementara, Kepala Desa Matadahi Hasrudin mengaku, untuk budidaya sorgum, pihaknya bersama warga menyiapakan lahan awal seluas 10 hektar yang dapat dikembangkan lagi.

“Selain potensi lahan untuk pertanian wilayah Desa Matadahi, juga memiliki pontesi budidaya air payau untuk pengembangan kepiting bakau. Olehnya itu, kami pihak desa akan selalu mendukung kegiatan ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah,” tutup Hasrudin. (SS/Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!