Daerah

Hadiri Penutupan Festival, Ruksamin Ungkap Filosofi Bulan Sabit Lambang Konasara dan Dorong Tuntasnya Kawasan Konasara Tekno Park

Redaksi
1502
×

Hadiri Penutupan Festival, Ruksamin Ungkap Filosofi Bulan Sabit Lambang Konasara dan Dorong Tuntasnya Kawasan Konasara Tekno Park

Sebarkan artikel ini
Ruksamin mantan Bupati Konut 2 periode.

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Kemeriahan malam penutupan Festival Konasara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Konawe Utara ke-19 mencapai puncaknya pada Jumat (2/1/2026) Malam.

Acara yang dipusatkan di bundaran kota tersebut dihadiri langsung oleh mantan Bupati Konawe Utara dua periode, Dr. Ir. H. Ruksamin, S.T., M.Si., IPU, ASEAN Eng.

Kehadiran tokoh pembangunan Konawe Utara ini disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Suasana semakin semarak dengan penampilan artis ibu kota Nella Kharisma dan DJ Panda yang menghibur masyarakat di malam puncak perayaan tersebut.

Dalam pidatonya, Ruksamin mengulas kembali sejarah dan visi di balik pembangunan Tugu Konasara berbentuk Bulan Sabit yang kini berdiri megah di pusat Central Business District (CBD) Konasara.

Ia menekankan bahwa tugu tersebut bukan sekadar struktur visual, melainkan simbol filosofis pembangunan daerah dan pengembangan sumber daya manusia yang terangkum dalam Akronim Konasara

“Bentuk bulan sabit merepresentasikan petunjuk, harapan, pertumbuhan, dan kesinambungan pembangunan. Ini adalah simbol identitas yang memadukan nilai religius, kearifan lokal, serta semangat kemajuan bagi seluruh masyarakat Konawe Utara,” ujar Ruksamin di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

BACA JUGA:  Bupati dan Wabup Konut Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kantor Kemenag, Ajak Teladani Akhlak Rasulullah

Istilah “Konasara” tidak sekadar akronim politik, melainkan sebuah visi komprehensif yang menjadi landasan pembangunan Kabupaten Konawe Utara di bawah kepemimpinan Ruksamin.

Visi ini telah mengakar kuat sejak Ruksamin pertama kali maju sebagai calon bupati pada tahun 2016. Secara etimologis, Konasaramerupakan singkatan dari Konawe Utara Sejahtera dan Beradab.

Visi ini pertama kali diusung Ruksamin bersama wakilnya, Rauf, pada periode pertama (2016-2021), dan dilanjutkan pada periode kedua bersama Aburaera (2021-2026), kemudian menjadi visi resmi Pemerintah Daerah Konawe Utara.

Salah satu elemen kunci dari visi Konasara adalah Lambang Bulan Sabit, yang lahir dari inspirasi perjalanan religi Ruksamin ke tanah suci.

Menurut Ruksamin, Simbol Bulan Sabit yang menjadi Ikon baru Konawe Utara, bukan representasi agama, partai, atau organisasi massa tertentu, melainkan petunjuk filosofis menuju kebaikan, kesejahteraan, dan kemajuan daerah.

BACA JUGA:  Bupati Konut Luncurkan Aplikasi SIMADUN KONASARA, Masyarakat Makin Mudah Urus Administrasi Kependudukan

Di dalam visi Konasara terangkum delapan modal utama yang bertujuan membangun daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memajukan sumber daya manusia.

Selain itu, Bulan Sabut yang menjadi lambang Konasara bisa dipakai sebagai pentunjuk bagi siapapun menuju kebaikan, yang didalamnya juga mengandung sifat-sifat Allah SWT, yakni 99 Asmaul Husna, sebagai pedoman hidup, panduan moral dan kontrol diri untuk menjauhi perbuatan tercela yang merugikan diri dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari

Tanggung Jawab Bersama

Ruksamin menegaskan bahwa Konasara adalah representasi pembangunan Konut yang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh lapisan masyarakat.

“Bulan Sabit bukan lambang agama, partai atau ormas tertentu saja, melainkan petunjuk menuju kebaikan, kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” tegas Ruksamin lagi

Melalui pendekatan yang menggabungkan unsur religius, adat budaya, dan istiadat, Ruksamin berharap Konasara dapat berjalan optimal, menjadikannya pelopor pembangunan di Sulawesi Tenggara secara umum.

Selain memaparkan nilai filosofis tugu, Ruksamin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah menjaga ritme pembangunan. “Terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat. Dirgahayu Kabupaten Konawe Utara ke-19 tahun,” ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan warga.

BACA JUGA:  LQ Indonesia Berharap Kasus Indosurya, Pelakunya Segera Ditahan

Secara khusus, Ruksamin menitipkan pesan strategis kepada Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H., dan Wakil Bupati, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., terkait keberlanjutan infrastruktur daerah.

Ia mendorong agar pembangunan kawasan Konasara Tekno Park dengan lahan seluas -/+ 35 Ha dapat dituntaskan secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Konasara Teknopark harus segera diwujudkan sebagai kelanjutan visi besar kita. Saya berharap Bupati dan Wakil Bupati dapat menuntaskan pembangunan CBD Konasara agar benar-benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri,” tegasnya.

Penutupan Festival Konasara ke-19 ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Konawe Utara untuk memperkuat komitmen pembangunan yang berkelanjutan, demi mewujudkan daerah yang lebih maju dan berdaya saing di masa depan.(Ed)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow