KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Utara (Konut) bersama jajaran tenaga medis dan pihak Puskesmas Hialu akan melakukan skrining kesehatan di seluruh tempat hiburan malam dan kafe-kafe di Kecamatan Langgikima setelah ditemukan satu kasus terkonfirmasi HIV/AIDS.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi sekaligus upaya pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Kepala Dinas Kesehatan Konawe Utara, Askam, S.Sos saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan adanya temuan kasus tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan hasil pemeriksaan laboratorium dari petugas kesehatan di Desa Hialu beberapa hari lalu.
“Iya benar ada kasus HIV/AIDS, dan itu ditemukan sekitar empat hari lalu. Saya sudah memanggil programmer kesehatan dari Hialu karena dia yang pertama melakukan pemeriksaan. Setelah dicek, hasilnya memang positif,” ujar Askam saat dikonfirmasi, Minggu (10/5/2026).
Menurut Askam, pihaknya tidak ingin tinggal diam menyikapi persoalan tersebut. Dinkes Konut pun langsung menyusun langkah penanganan cepat dengan menggandeng pihak Puskesmas Hialu dan aparat setempat untuk turun langsung melakukan pemeriksaan kesehatan di sejumlah lokasi yang dianggap berisiko.
“Minggu depan kami akan turun bersama Kepala Puskesmas Hialu dan tim medis untuk melakukan skrining di seluruh kafe maupun tempat hiburan yang ada di Kecamatan Langgikima,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pengunjung dan pekerja di tempat hiburan malam, mengenai bahaya HIV/AIDS serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Askam menegaskan bahwa edukasi menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar agar tidak muncul stigma negatif terhadap penderita, sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kami berharap mudah-mudahan kasus seperti ini tidak terulang lagi. Karena HIV/AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi penderitanya apabila tidak ditangani dengan baik,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa kegiatan skrining nantinya dilakukan secara profesional dan tetap menjaga kerahasiaan identitas masyarakat yang menjalani pemeriksaan.
“Kami ingin masyarakat tetap tenang. Pemeriksaan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini agar penyebaran penyakit bisa diminimalisir,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Langgikima sempat dihebohkan dengan beredarnya pesan berantai di aplikasi WhatsApp terkait adanya seorang warga yang dinyatakan positif HIV/AIDS usai menjalani pemeriksaan laboratorium.
Informasi tersebut kemudian dibenarkan oleh pihak Dinas Kesehatan Konawe Utara setelah dilakukan penelusuran dan konfirmasi terhadap hasil pemeriksaan medis pasien bersangkutan.
Pemerintah daerah melalui Dinkes Konut pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk tetap menjaga perilaku hidup sehat serta segera memeriksakan diri apabila merasa memiliki risiko atau mengalami gangguan kesehatan tertentu.
Dengan adanya langkah skrining massal tersebut, diharapkan penyebaran HIV/AIDS di wilayah Konawe Utara dapat dicegah sedini mungkin serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan pemeriksaan medis secara berkala. (Edy)













