KENDARI, SULTRASATU.COM – Tongkat estafet kepemimpinan Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe resmi berpindah tangan. Fachrizal, S.H. dilantik sebagai Kepala Kejari Konawe yang baru menggantikan Dr. H. Musafir Menca, S.H., S.Pd., M.H., dalam sebuah acara pisah sambut yang berlangsung hangat di Hotel Claro Kendari, Jumat (25/7/2025) malam.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari tiga wilayah hukum Kejari Konawe, yakni Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Parah OPD, serta unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan insan Adhyaksa.
Dalam sambutannya, Fachrizal menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih pendahulunya, Musafir Menca. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan tata kelola institusi yang baik, namun juga menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Kejaksaan.
“Kami akan meniru strategi kepemimpinan Pak Musafir dan mempertahankan prestasi yang telah dibangun. Bahkan jika perlu, saya akan memaksa diri untuk meniru ilmunya, dalam arti memiliki tekad kuat untuk mencapai cita-cita luhur kejaksaan yang bermartabat,” ujar Fachrizal di hadapan tamu undangan, didampingi sang istri tercinta.
Lebih lanjut, Fachrizal menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antarpemerintah daerah yang berada dalam wilayah hukumnya. Ia menyebut, koordinasi lintas kabupaten menjadi hal krusial dalam menjaga penegakan hukum yang adil, transparan, dan profesional.
“Kami siap bersinergi dengan tiga kabupaten, Konawe, Konut, dan Konkep. Kejaksaan harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ucapnya.
Fachrizal juga menaruh perhatian serius terhadap peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Menurutnya, SAKIP merupakan instrumen penting untuk mengukur efektivitas, efisiensi, dan transparansi penggunaan anggaran di institusi kejaksaan.
“Kinerja yang akuntabel bukan hanya tuntutan regulasi, tetapi juga amanah publik. SAKIP yang baik adalah cerminan bahwa setiap anggaran yang digunakan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat,” tegas Fachrizal.
Tak hanya itu, Fachrizal mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang mengatasnamakan kejaksaan. Ia membuka pintu komunikasi langsung dan tanpa perantara, demi menjaga integritas dan mencegah praktik-praktik yang mencederai hukum.
“Jika ada pihak-pihak yang mengaku dari kejaksaan lalu meminta sesuatu, saya tegaskan, jangan ragu untuk menghubungi saya langsung. Jangan kompromi dengan hal-hal yang mencurigakan,” tandasnya.
Sementara itu, Musafir Menca dalam pidato perpisahannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran dan mitra kerja selama masa kepemimpinannya. Ia berharap kepemimpinan Fachrizal dapat membawa Kejari Konawe ke level yang lebih tinggi dalam pelayanan dan penegakan hukum.
Pergantian kepemimpinan ini menandai era baru di tubuh Kejari Konawe. Dengan semangat kolaboratif dan dorongan reformasi birokrasi, Fachrizal optimistis institusi Adhyaksa di wilayah Konawe akan semakin dipercaya dan mampu menjawab tantangan zaman. (ED)













