KENDARI, SULTRASATU.COM – Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Zainuddin melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tenggara, Kamis (18/9/2025). Kedatangannya untuk meninjau rencana pembangunan Bandara Konasara dan Skadron di Langgikima, Konawe Utara (Konut) dengan disambut antusias oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
Mayjen TNI Zainuddin bersama rombongan tiba di Bandara Haluoleo Kendari sekitar pukul 09.30 WITA dan disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Bupati Konawe Utara H. Ikbar, SH., MH, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Dandrem 143/HO, Danlanud, BPN Sultra, serta sejumlah kepala OPD Pemprov Sultra.
Mayjen TNI Zainuddin mengatakan kedatangannya ke Sultra untuk kerja sama dengan Pemda Provinsi maupun Pemda Kabupaten Konawe Utara membangun Lanudara dan Skadron dalam rangka pengembangan teknik angkatan darat dalam hal ini penerbangan.

“Hal ini sejalan dengan kepentingan dari Pemda Sultra dan Pemda Konut. Jadi ada simbiosis mutualisme. Di mana kita harapkan dengan adanya Lanud atau Bandara Militer nanti bisa bekerja sama dengan Pemda menjadi Bandara sipil sehingga bisa mengembangkan pembangunan di daerah tersebut. Istilahnya ada gula ada semut,” katanya.
Dia menilai kesiapan dan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Konawe Utara maupun Pemerintah Provinsi Sultra dalam rencana pembangunan Bandara ini sangat siap dan bagus sekali.
“Kami juga berterima kepada Pemda karena dukungannya sangat bagus sekali dan semua juga bermulai dari keinginan untuk adanya Skadron dan Lanud ini adalah dari Pemda sendiri,” ujarnya.
Direncanakan, nanti setelah ada Lanud dan Skadron Danpuspenerbad akan mengadakan MoU bagaimana ke depannya bisa menjadi Bandara Sipil.
“Untuk progres pembangunannya sendiri sudah ada riset dan sudah sampai pada teknis. Nanti tahun 2026 pertengahan sudah diketok oleh Pemda Kabupaten Konawe Utara. Nanti selanjutnya kita secara paralel simultan akan membangun, kemudian dari Kabupaten Konawe Utara juga membangun,” terang Kepala Danpuspenerbad.

Zainuddin menyatakan, dengan adanya Bandara ini nanti bisa memberikan dampak positif berkembang pemerintah daerah, masyarakat maju, karena syarat salah satu daerah maju itu ada Bandarannya.
“Kita harapkan kalau ada Bandara nanti ada pengembangan pariwisata, pertanian, bentuk perusahaan-perusahaan lain dan kemajuan-kemajuan pembangunan yang lainnya, demikian,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Konawe Utara, Ikbar, menyampaikan pemerintah daerah Konawe Utara dan Pemerintah Provinsi Sultra mendukung penuh rencana pembangunan Bandara dan Skadron ini. Pemda kini tengah mengupayakan untuk pembebasan lahan untuk pembangunannya.
“Kurang lebih lahan yang akan difungsikan untuk pembangunan Bandara itu 300 hektare. Pada tahap awal untuk penganggaran pembebasan lahan itu kurang lebih sekitar 184 hektare, 84 hektare masuk dalam kawasan, dan 100 hektare lainnya masuk kawasan APL (Area Penggunaan Lain), melalui rekomendasi gubernur itu yang akan kita bebaskan,” ucap Bupati. (TIM)













