Daerah

Bupati Konut Bakal Tanam Perdana Wijen Di Desa Matandahi

Avatar
693
×

Bupati Konut Bakal Tanam Perdana Wijen Di Desa Matandahi

Sebarkan artikel ini

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat , Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan berbagai inovasi yang mampu menekan inflasi.

Dalam waktu dekat Bupati Konut mencanangkan 1000 hektar untuk pengembangan budidaya tanaman wijen. Untuk penanaman perdana bakal dilaksanakan di Desa Mantandahi Kecamatan Motui.

” Guna menekan inflasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat kita termasuk mulai akhir tahun 2023 ini kita akan tanam wijen di Desa Matandahi dan di Desa Awila Puncak. Untuk secara keseluruhan kita siapkan 1000 hektar didaerah ini. Untuk bibit dan pupuk telah kita siapkan ,” kata Ruksamin pada Minggu (03/12/2023).

BACA JUGA:  Kasatpol PP Butur Segera Tuntaskan Persoalan Honor Personil Yang Belum Dibayarkan

Pemerintah Daerah Konawe Utara terus melakukan berbagai pengentasan kemiskinan ekstrim, menekan inflasi dan penangam Stunting.

” Alhamdulillah untuk hasil panen petani tahun ini meningkat menjadi 4 sampai 6 ton perhektar khusus tanaman padi dan jagung. Jadi khusus Konawe Utara, hanya komoditi ubi jalar yang rendah. Ini juga tetap kita upayakan agar produktivitas petani terus bertambah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Penuhi Stok Darah Jelang Lebaran, RSUD Konsel Gelar Donor Darah di Gereja Jemaat Konda-Lamomea

Pasalnya, mulai benih, pupuk dan herbisida kita salurkan ke petani. Termasuk ketersediaan alat dan mesin pertanian kita siap untuk membantu petani mengolah lahan mereka.

Menyikapi hal tersebut Kades Matandahi, Hasrudin menyatakan siap untuk mendukung program Bupati Konut.

” Untuk penanaman wijen, lokasi kami sudah siap 5 hektar, tinggal dibenahi.adapun jadwal dari bapak Bupati Ruksamin yaitu di rencanakan hari Kamis tanggal 7 Desember 2023,” ungkapnya.(SS/Rd)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow