Headline NewsNewsPemerintahan

Asisten III Minta Pelaku Pariwisata ke depankan Kebersihan di Tempat Wisata

Avatar
1030
×

Asisten III Minta Pelaku Pariwisata ke depankan Kebersihan di Tempat Wisata

Sebarkan artikel ini
Asisten III Minta Pelaku Pariwisata ke depankan Kebersihan di Tempat Wisata
Ketgam: Asisten III Pemkot Kendari, Makmur saat menyampaikan sambutannya.

KENDARI, SULTRASATU.COM – Asisten III Pemerintah Kota Kendari, Makmur meminta pelaku pariwisata di Kota Kendari untuk mengedepankan keberihan di lokasi wisata yang dikelola.

Pasalnya, untuk mendapatkan keindahan pariwisata, akan dilihat dari sisi kebersihannya. Kemudian aksesibilitas layanan serta souvenir yang tersedia sebagai oleh-oleh yang akan ditawarkan kepada pengunjung.

Selain kebersihan, menurutnya pelaku industri pariwisata perlu memadukan daya tarik wisata dengan alam dan budaya, serta pelayanan fasilitas wisata.

“Ini menjadi daya tarik menjadi magnet wisata yang akan kita berikan kepada masyarakat pengunjung wisata yang ada di Kota Kendari,” katanya saat membuka pelatihan pelayanan kepariwisataan dana alokasi khusus non fisik tahun 2023, Selasa, 25 Juli 2023.

BACA JUGA:  Festival Lasqi Tingkat Provinsi Dimulai, Kota Kendari Jadi Tuan Rumah

Makmur menambahkan, prinsip utama dalam pariwisata adalah, membangun dengan berfokus pada pemberdayaan masyarakat yang dapat membangun kampungnya secara mandiri.

Pengembangan kampung wisata juga merupakan salah satu visi pemerintah Kota Kendari, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha-usaha produktif di bidang pariwisata sesuai dengan potensi dan sumber daya lokal.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

“Pengembangan Kampung wisata diharapkan dapat memberi manfaat ekonomi seperti pendapatan dan lapangan kerja, manfaat sosial seperti peningkatan keterampilan masyarakat, manfaat lingkungannya seperti peningkatan infrastruktur dan manfaat lainnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara Pj Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari Herman menjelaskan, pelatihan akan dilakukan selama 3 hari terdiri dari 3 jenis kegiatan yakni, pelatihan digitalisasi branding, pemasaran dan penjualan pada desa wisata, homestay, kuliner, souvenir dan fotografi.

Kemudian, Pelatihan tata kelola bisnis, pemasaran destinasi pariwisata. Dan pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi wisata.

Adapun kegiatan diikuti sebanyak 120 peserta, dengan metode pelatihan yaitu, penyampaian materi, diskusi, kunjungan lapangan dan praktek, Inovasi dan identifikasi sajian bagi pelaku kuliner.

“Para narasumber yang tersertifikasi dari SKPD, akademisi dan praktisi yang memiliki keahlian dan pengalaman sesuai bidang masing-masing,” tutupnya. (SS/MEI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!