KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Kabupaten Konawe Utara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe Utara bersama Komisi III DPRD Konawe Utara melakukan peninjauan langsung ke salah satu sekolah yang sempat terdampak genangan air diduga akibat aktivitas pembuangan limbah tambang dan tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan pihak sekolah dan masyarakat terkait kondisi lingkungan sekolah yang tergenang hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar para siswa.
Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara, Asmadin, S.Pd., M.M., yang diwakili Kepala Bidang Dinas Pendidikan Hartawan, didampingi Ketua Komisi III DPRD Konawe Utara Samir, anggota Komisi III DPRD Konut, Kabid Dikdas Arbyasnyah, Kasubag Perencanaan, serta Kasi Sarana dan Prasarana (Safras) Agus.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut pihak perusahaan tambang yang diduga menjadi penyebab meluapnya genangan air di area sekolah akibat saluran pembuangan yang tidak berfungsi maksimal.
Dalam peninjauan itu, rombongan melihat langsung kondisi lingkungan sekolah yang sebelumnya sempat dipenuhi genangan air usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Namun, genangan kini telah surut setelah dilakukan perbaikan pada saluran pipa yang sebelumnya tersumbat oleh tim yang lebih dulu turun ke lokasi di bawah koordinasi pimpinan Sekretaris Dinas Pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara, Asmadin, menegaskan pihaknya bergerak cepat melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kondisi sekolah tetap aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung dampak genangan terhadap lingkungan sekolah serta mencari solusi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Konawe Utara, Samir, meminta agar perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan, khususnya yang berpengaruh terhadap fasilitas pendidikan dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, sekolah merupakan fasilitas vital yang harus mendapatkan perlindungan maksimal sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu akibat persoalan lingkungan.
“Jangan sampai aktivitas pendidikan terganggu. Kami meminta perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan ini,” tegasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah dilakukan sebelumnya, pihak perusahaan menyatakan kesiapannya untuk membuat saluran drainase di bagian belakang sekolah guna mengantisipasi terjadinya genangan air saat hujan turun.
Pembuatan drainase tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran air dan mencegah luapan yang selama ini masuk ke area sekolah.
Dinas Pendidikan bersama DPRD Konawe Utara juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap tindak lanjut yang dilakukan pihak perusahaan agar penanganan benar-benar terealisasi dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. (MITA)













