Pendidikan

Dikbud Konawe Utara Pasang PLTS di 30 Titik Sekolah, Langkah Pemanfaatan Energi Terbarukan

Redaksi
122
×

Dikbud Konawe Utara Pasang PLTS di 30 Titik Sekolah, Langkah Pemanfaatan Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara Asmadin, S.Pd., M.M. Foto: Ist.

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Utara (Konut), melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 30 titik yang tersebar di masing-masing sekolah di berbagai wilayah yang bersumber dari APBD e-katalog tahun anggaran 2025.

Pemasangan tersebut merupakan wujud Pemerintah Daerah (Pemda) Konut, dalam hal ini Dikbud dalam mendukung transformasi pendidikan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan.

PLTS yang dipasang di 30 titik sekolah Wilayah Konawe Utara. Foto: Ist.

Kepala Dikbud Konut, Asmadin, S.Pd., M.M., menyampaikan, program tersebut merupakan strategi penting dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjawab tantangan keterbatasan akses listrik di sejumlah wilayah, khususnya daerah terpencil. Menurutnya, distribusi PLTS dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi geografis masing-masing sekolah.

BACA JUGA:  PGRI Konut Gelar Konkerkab Masa Bakti 2025-2030, Ramu Program untuk Kemajuan Kualitas Pendidikan Daerah

“Implementasi PLTS ini bukan sekadar penyediaan energi alternatif, tetapi juga bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang adaptif dan berkelanjutan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang untuk mengenalkan teknologi ramah lingkungan secara langsung kepada siswa,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Asmadin menegaskan, pemasangan PLTS di 30 titik sekolah telah diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena yang menentukan adanya kerugian negara itu BPK,” tegas Asmadin.

Progam PLTS sekolah oleh Disdikbud Konawe Utara. Foto: Ist.

Lebih lanjut, Asmadin mengungkapkan, program ini dinilai memiliki dampak ganda. Selain membantu sekolah memperoleh sumber energi yang stabil dan hemat biaya, kehadiran PLTS juga menjadi media pembelajaran kontekstual bagi peserta didik. Siswa dapat memahami secara langsung konsep energi surya, pengurangan emisi karbon, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik nyata di sekolah mereka.

BACA JUGA:  Tim Bankam Akan Tegakkan Disiplin dan Keamanan Ketat di Jamda Pramuka Sultra ke X 2025

Secara teknis, sistem PLTS yang dipasang telah dirancang dengan memperhatikan efisiensi daya, ketahanan perangkat, serta kemudahan dalam pemeliharaan. Hal ini bertujuan agar instalasi dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa membebani operasional sekolah.

“Dengan sistem yang relatif mandiri, sekolah diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan energi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara maksimal,” beber Asmadin.

BACA JUGA:  Buat Aplikasi yang Mudahkan Layanan KUA, Penyuluh Agama Islam Asal Busel Wakili Sultra dalam PAI Award Tingkat Nasional
Modul untuk mendukung PLTS Konawe Utara. Foto: Ist.

Lebih jauh, kebijakan ini juga selaras dengan agenda nasional dalam percepatan transisi energi menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan. Pemerintah daerah melalui Disdikbud Konawe Utara berupaya mengambil peran aktif dalam mendukung program tersebut, khususnya melalui sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan masa depan.

Asmadin menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan inovasi serupa di masa mendatang. Ia berharap, program PLTS ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengintegrasikan teknologi energi terbarukan ke dalam sistem pendidikan.

“Dengan terealisasinya program ini, sekolah-sekolah di Konawe Utara kini kita harapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan yang modern dan inspiratif,” tutupnya. (Edy)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow