KENDARI, SULTRASATU.COM – Menjelang pelaksanaan Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara ke-X tahun 2025, seksi Keamanan dan Ketertiban (Bankam) siap menerapkan sistem pengamanan terpadu di seluruh area perkemahan Bumi Praja Anduonohu, Kota Kendari. Sebagai ujung tombak dalam menciptakan suasana aman dan tertib, tim Bankam akan bekerja penuh selama 24 jam, sejak kedatangan kontingen hingga kegiatan penutupan.
Koordinator Tim Bankam, Aguslan Lapobende, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme kerja yang sistematis dan berbasis disiplin ketat.
“Kami sudah menyiapkan sistem patroli, pengawasan, serta pengendalian di seluruh titik vital bumi perkemahan. Semua bertujuan untuk memastikan seluruh peserta, pembina, dan tamu berada dalam kondisi aman dan nyaman selama Jamda berlangsung,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim Bankam akan menjalin koordinasi erat dengan Saka Wirakartika, aparat kepolisian, dan petugas keamanan panitia pusat. Setiap petugas akan berjaga dalam tiga shift untuk memastikan tidak ada celah gangguan keamanan, baik di area kemah putra maupun putri.
Selain itu, pengawasan akan difokuskan pada pintu gerbang utama Bumi Perkemahan (Buper). Setiap orang yang masuk ke area kegiatan wajib menunjukkan ID Card resmi Jamda Sultra X 2025. Aturan ini berlaku mutlak untuk seluruh peserta, pembina, panitia, bahkan tamu undangan.
“Kami tegaskan, siapapun yang tidak memiliki ID Card resmi, tidak diperkenankan memasuki area bumi perkemahan. Ini demi keamanan bersama dan tertibnya kegiatan,” tegas Aguslan Lapobende.
Penertiban penggunaan ID Card ini menjadi langkah strategis Bankam dalam mencegah potensi gangguan, penyusup, atau pihak tidak berkepentingan yang bisa mengganggu jalannya kegiatan. Petugas di pos jaga akan melakukan pemeriksaan ketat terhadap identitas, barang bawaan, hingga kendaraan operasional.
Lebih jauh Agus menyampaikan, sistem keamanan juga mencakup patroli rutin di seluruh zona perkemahan, pengawasan jam kunjungan tamu, serta koordinasi langsung dengan pos induk keamanan. Setiap laporan dari peserta atau pembina akan dicatat dan segera ditindaklanjuti secara berjenjang.
“Kami menerapkan pendekatan preventif dan humanis. Namun bila ditemukan pelanggaran serius, tim Bankam tidak akan segan menindak sesuai aturan perkemahan,” tambah Aguslan.
Selain menjaga ketertiban peserta, Bankam juga menertibkan penggunaan kendaraan di sekitar lokasi. Kendaraan kontingen tidak diperbolehkan masuk ke area kemah, kecuali mobil dengan izin resmi seperti ambulans, pengangkut konsumsi, kendaraan air, dan pemadam kebakaran.
“Tim Bankam juga disiapkan menghadapi situasi darurat dengan prosedur tanggap cepat. Pos keamanan dilengkapi radio komunikasi dan berkoordinasi langsung dengan aparat kepolisian serta petugas medis,” imbuh Aguslan.
Aguslan bilang, dengan pengawasan ketat, koordinasi lintas sektor, dan penegakan aturan disiplin ID Card, Bidang Bankam memastikan Jamda Sultra X 2025 berlangsung tertib, aman, dan sejalan dengan semangat tema besar “Gembira, Berdaya, Berbudaya.”
Aguslan berharap seluruh peserta ikut menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Keamanan itu bukan hanya tugas Bankam, tapi tugas semua warga perkemahan. Kalau semua patuh dan disiplin, Jamda kita akan berjalan lancar, aman, dan menyenangkan,” ujarnya menutup.













