DaerahNews

Pemdes Pondoa Gelar Musdes Tahun 2025, Bahas Rencana Pembangunan dan Ketahanan Pangan

Redaksi Sultrasatu
357
×

Pemdes Pondoa Gelar Musdes Tahun 2025, Bahas Rencana Pembangunan dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Pondoa Muchlis Ukas, bersama Camat Wiwirano, Suharjohn Arif,S.Pd, Bhabinkamtibmas, Ketua dan Anggota BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur warga Desa Pondoa, saat mengikuti Musyawarah Desa (Musdes) Tahun Anggaran 2025 (Foto: Jepri)

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Pemerintah Desa Pondoa, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Aula Desa Pondoa, kegiatan ini dihadiri oleh Camat Wiwirano, Suharjohn Arif,S.Pd, Kepala Desa Pondoa Muchlis Ukas, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas, Ketua dan Anggota BPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur warga Desa Pondoa. Senin (20/10/2025).

Musdes ini menjadi wadah bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi, gagasan, serta usulan kegiatan yang akan menjadi dasar penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Wiwirano, Suharjohn Arif,S.Pd, yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat desa.

“Musyawarah Desa bukan hanya kegiatan formalitas, tetapi momentum penting bagi masyarakat Pondoa untuk terlibat langsung dalam menentukan arah pembangunan desa ke depan. Semua usulan harus mengacu pada kebutuhan nyata masyarakat dan sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku,” ujar Suharjohn dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Desa Pondoa, Muchlis Ukas, dalam arahannya menyampaikan harapan besar agar seluruh perencanaan dan usulan kegiatan masyarakat benar-benar membawa manfaat bagi desa. Ia menegaskan, seluruh usulan harus selaras dengan visi pembangunan desa yang tertuang dalam RPJMDes Pondoa.

“Saya berharap seluruh usulan dari masyarakat dapat disesuaikan dengan prioritas dan arah pembangunan desa sebagaimana tertuang dalam RPJMDes Pondoa. Setiap program yang direncanakan harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Muchlis.

Dalam forum tersebut, pihak pendamping desa juga memberikan penjelasan teknis mengenai prioritas penggunaan dana desa tahun 2026. Penjelasan ini mencakup bidang pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta program ketahanan pangan yang menjadi perhatian utama pemerintah pusat.

Selain membahas penyusunan RKPDes 2026, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemantauan langsung terhadap program ketahanan pangan Desa Pondoa yang telah berjalan selama tahun 2025. Program ketahanan pangan tersebut mencakup kegiatan budidaya tanaman hortikultura, pengembangan ternak lokal, serta penguatan kelompok tani desa yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Dari hasil kegiatan Musdes yang telah selesai, pemerintah kecamatan dalam hal ini Camat Wiwirano, Kepala Desa Pondoa, Pendamping Desa, dan Bhabinkamtibmas bersama-sama melakukan monitoring terhadap kegiatan ketahanan pangan yang dibiayai melalui Dana Desa. Dana tersebut kemudian ditransferkan ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pondoa untuk dikelola secara produktif.

Lembaga BUMDes Pondoa sendiri telah melaksanakan sejumlah kegiatan nyata di sektor ketahanan pangan. Salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah penanaman jagung dengan luas lahan lebih dari satu hektare. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian desa serta menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Camat Wiwirano bersama pendamping desa dan Kepala Desa Pondoa turut meninjau langsung lahan pertanian tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan serta menilai sejauh mana manfaat yang dirasakan oleh warga.

“Kami ingin memastikan bahwa program ketahanan pangan ini berjalan sesuai rencana, sehingga mampu menopang kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi desa,” ujar pendamping desa dalam kegiatan pemantauan.

Musdes Pondoa tahun ini tidak hanya menjadi ajang diskusi perencanaan, tetapi juga momentum refleksi terhadap capaian pembangunan desa tahun sebelumnya. Pemerintah Desa Pondoa berkomitmen menjaga transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik dalam setiap tahap pembangunan.

Dengan terlaksananya Musdes ini, diharapkan Desa Pondoa semakin maju dan mandiri dalam mengelola potensi serta sumber daya yang dimiliki. Semangat kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, dan lembaga pendukung diharapkan mampu membawa Desa Pondoa menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh warganya.(Jepri)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow
BACA JUGA:  Jalin Silaturahmi, Patri Sultra Gelar Halal Bilhalal dan Pameran Budaya di Basala