DaerahHukrim

Kesal Antre BBM, Pria di Kendari Ngamuk Bawa Parang di SPBU, Berakhir Ditangkap Polisi

Redaksi
553
×

Kesal Antre BBM, Pria di Kendari Ngamuk Bawa Parang di SPBU, Berakhir Ditangkap Polisi

Sebarkan artikel ini
Pria berinisial DJ (50) yang diduga melakukan aksi premanisme dengan mengancam menggunakan senjata tajam di SPBU Bonggoeya (SPBU Wulele), Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, kini ditangkap Tim URC Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari.

KENDARI, SULTRASATU.COM – Tim URC Buser77 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kendari menangkap seorang pria berinisial DJ (50) yang diduga melakukan aksi premanisme dengan mengancam menggunakan senjata tajam di SPBU Bonggoeya (SPBU Wulele), Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

Insiden yang terjadi pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 10.30 WITA itu sempat memicu kepanikan para pengendara dan masyarakat yang tengah mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM).

Kapolresta Kendari melalui Kasat Reskrim AKP Welly Wanto Malau membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku diamankan Tim URC Buser77 di Jalan Transito, Kelurahan Wua-Wua, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.50 WITA.

BACA JUGA:  Badminton Open Tournament 2024 IKA SMANWA Ajang Tumbuhkan Atlet Muda

“Benar, Tim URC Buser77 telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan gangguan terhadap ketenteraman umum dengan menggunakan ancaman senjata tajam. Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup,” ujar AKP Welly Wanto Malau.

Berdasarkan hasil penyelidikan, keributan bermula ketika pelaku ikut mengantre pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU. Karena kesal antrean bergerak lambat, DJ diduga berteriak-teriak dan memicu adu mulut dengan konsumen lain.

Setelah sempat meninggalkan lokasi, pelaku kembali ke SPBU dengan membawa sebilah parang.

BACA JUGA:  Pimpin Rakernis Penyusunan Standar Harga Satuan, Bupati Konut Ruksamin Ingatkan Efisiensi dan Efektifitas Pengunaan Anggaran Belanja

“Saat kembali ke lokasi, ada konsumen yang menegurnya. Pelaku kemudian mengeluarkan parang dan membuat keributan sehingga menimbulkan keresahan di area SPBU,” jelas Welly.

Melihat tindakan tersebut, sejumlah warga dan konsumen berusaha mengejar pelaku hingga akhirnya ia melarikan diri dari lokasi.

Pihak manajemen SPBU kemudian melaporkan kejadian itu ke Polresta Kendari karena dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Dari hasil pemeriksaan, DJ mengakui perbuatannya. Ia mengaku emosi karena harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.

Pelaku juga mengaku keberatan dengan harga BBM jenis Pertamax yang dinilainya lebih mahal sehingga memilih mengantre Pertalite. Selain itu, ia mengaku emosinya semakin memuncak karena mencurigai adanya praktik pelangsiran BBM di SPBU tersebut.

BACA JUGA:  Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat, Pemdes Lamundre Genjot Pembangunan Infrastruktur dan Program Pemberdayaan

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DT 6491 EI yang digunakan pelaku saat mendatangi lokasi kejadian.

Saat ini, DJ telah diamankan di Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut atas dugaan tindak pidana pengancaman menggunakan senjata tajam dan gangguan terhadap ketertiban umum.(Edy)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow