Daerah

Hadapi Nataru, Pemda Konut Salurkan Beras dan Paket Sembako ke 13 Kecamatan

Redaksi
1584
×

Hadapi Nataru, Pemda Konut Salurkan Beras dan Paket Sembako ke 13 Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konut, Asripin, S.Pd saat menyampaikan terkait penyaluran pasar murah.

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM- Dalam rangka menghadapi momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Konawe Utara mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan Bulog Sulawesi Tenggara (Sultra) serta menyalurkan bantuan beras dan paket sembako kepada masyarakat di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Konawe Utara.

Bupati dan Kapolres Konut saat meninjau pasar murah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konut, Asripin, S.Pd mengatakan, dalam pelaksanaan gerakan pangan murah, pihaknya telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 90.160 kg dan minyak goreng sebanyak 18.032 liter yang tersebar di seluruh kecamatan Konawe Utara.

BACA JUGA:  Bupati Konut Pastikan Pembangunan Jembatan Bailey di Sambandete Tepat Waktu

“Selain dari jumlah yang sudah kita salurkan, pemerintah juga suda siapkan Cadangan Pangan Daerah(CPD) berupa beras sebanyak 15 ton yang pemanfaatanya ketika terjadi bencana. Sehingga saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu memborong barang-barang sembako yang bisa mengakibatkan inflasi di Konawe Utara, imbau Asripin.

Warga yang hadir pada pasar murah.

Selain GPM, Dinas Ketahanan Pangan Konut juga menyalurkan bantuan beras dan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di 13 Kecamatan di Konawe Utara. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran bekerja sama dengan pemerintah kelurahan dan desa setempat.

BACA JUGA:  Pemda Konut Hadiri Pertemuan Tahunan BI Sultra 2025: Bahas Arah Kebijakan Ekonomi dan Stabilitas Daerah

Asripin berharap, penyaluran sembako dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga pangan. Apalagi pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Bulog, distributor, serta pelaku usaha pangan guna memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar.

“Dinas Ketahanan Pangan komitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan, tidak hanya selama periode Nataru tetapi juga pada waktu-waktu strategis lainnya. Olehnya itu kita harapkan melalui berbagai program intervensi pangan, pemerintah daerah berharap dapat menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya. (Edison)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow