AdvertorialDaerah

DPRD dan Pemda Konut Perjuangkan Infrastruktur hingga Irigasi, Komisi V DPR RI Beri Dukungan

Redaksi
551
×

DPRD dan Pemda Konut Perjuangkan Infrastruktur hingga Irigasi, Komisi V DPR RI Beri Dukungan

Sebarkan artikel ini
DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Pemda Konut dalam hal ini Dinas PUPR Konut melakukan audiensi ke Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae dan Anggota DPR RI, Ahmad Safei, S.H., di ruang kerja DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Pemda Konut dalam hal ini Dinas PUPR Konut melakukan audiensi ke Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae dan Anggota DPR RI, Ahmad Safei, S.H., di ruang kerja DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kebutuhan pembangunan strategis di Konawe Utara, mulai dari peningkatan konektivitas jalan, bantuan perumahan, normalisasi sungai, hingga penguatan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan.

Delegasi Konawe Utara dipimpin Wakil Ketua I DPRD Konawe Utara, I Made Tarubuana, Politisi Senior Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) bersama Wakil Ketua II DPRD Konawe Utara, Muhardin, dari Politisi DPD II Partai Golongan Karya (Golkar).

Turut hadir Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Konawe Utara, Ir. H. Ujung Lasandara, M.Si., serta Kepala Bidang Bina Marga, Alfian.

Salah satu agenda utama yang diperjuangkan adalah Program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan penanganan irigasi sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

BACA JUGA:  Terima Penghargaan Ombudsman, Dinas Sosial Konut Dibawa Pimpinan Ikbar-Abuhaera Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Selain itu, DPRD dan Pemda Konawe Utara juga mengusulkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dalam mempercepat pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan kemiskinan ekstrim.

Foro bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae dan Anggota DPR RI, Ahmad Safei, S.H., saat DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Pemda Konut dalam hal ini Dinas PUPR Konut melakukan audiensi di ruang kerja DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Kemudian penurunan status kawasan hutan pada sejumlah desa, pembangunan jembatan serta normalisasi sungai dan pembangunan irigasi untuk mengurangi risiko banjir dan longsor yang selama ini kerap mengancam infrastruktur dan permukiman warga.

Wakil Ketua I DPRD Konawe Utara, I Made Tarubuana, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Konawe Utara di tingkat nasional.

“Program jalan daerah, perumahan rakyat, normalisasi sungai, dan penguatan irigasi merupakan kebutuhan mendesak yang harus mendapatkan dukungan pemerintah pusat. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan DPR RI agar pembangunan di Konawe Utara dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Konawe Utara, Muhardin, mengatakan persoalan banjir yang kerap merendam ruas Jalan Trans Sulawesi serta kerusakan sejumlah akses jalan menjadi salah satu isu utama yang disampaikan kepada Komisi V DPR RI.

BACA JUGA:  130 Peserta Kerajaan Muna dan MAKN Ramaikan Devile Kerajaan Muna 

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan distribusi barang di Konawe Utara.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui program pembangunan dan peningkatan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas serta mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut.

DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Pemda Konut dalam hal ini Dinas PUPR Konut melakukan audiensi ke Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae dan Anggota DPR RI, Ahmad Safei, S.H., di ruang kerja DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

“Penanganan banjir di ruas Jalan Trans Sulawesi dan perbaikan akses jalan yang rusak menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut kelancaran transportasi dan aktivitas masyarakat,” ujar Muhardin.

Menurut Kepala Dinas PUPR Konut, Ujung Lasandra, salah satu agenda prioritas yang diusulkan kepada Komisi V DPR RI adalah dukungan terhadap Program IJD serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi sebagaimana diamanatkan dalam Inpres 2 Tahun 2025.

Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan dan penguatan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk menunjang pembangunan daerah sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI dapat mempercepat peningkatan infrastruktur jalan dan irigasi di Konawe Utara, sehingga mampu mendukung konektivitas wilayah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Ujung Lasandara.

BACA JUGA:  Wabup Abuhaera Resmi Membuka Bimtek Manasik Haji Tingkat Kabupaten Konawe Utara

Melalui pertemuan tersebut, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap berbagai program strategis yang diusulkan dapat segera direalisasikan guna mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Foro bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae dan Anggota DPR RI, Ahmad Safei, S.H., saat DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) dan Pemda Konut dalam hal ini Dinas PUPR Konut melakukan audiensi di ruang kerja DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sejumlah ruas jalan diusulkan untuk dilakukan peningkatan jalan aspal di antaranya Jalan Tetewatu Tambakua sepanjang 4 kilometer (km). Jalan Matanggonawe Raya sepanjang 3.24 km.

Kemudian peningkatan Jalan aspal Kelurahan Andowia – Laronanga -Labungga sepanjang 2.2 km. Jalan Bendungan Kokapi sepanjang 3.48 km. Serta peningkatan Jalan Hialu Kolosua sepanjang 1.7 km.

Usulan pembangunan jembatan gantung Desa Landiwo menghubungkan Desa Landiwodengan area perkebunan, jembatan gantung Kali Landawe yang menghubungkan Desa Landawe dan area perkebunan, masing-masing dengan panjang 150 meter dan lebar 1,5-2 meter.

Pembangunan jembatan Sawa yang menghubungkan Desa Laimeo dan Desa Taipa dengan panjang 30 meter dan lebar 6 meter. Serta pembangunan talud atau penahan tanah Jalan Trans Sulawesi Desa Hialu ke Landawe dengan panjang 125 meter dan tinggi 15-20 meter. (Edy)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow