Headline News

Bersama BI dan Perumda, Kadin Sultra Kembali Gelar Pasar Murah di Kota Kendari

Avatar
1236
×

Bersama BI dan Perumda, Kadin Sultra Kembali Gelar Pasar Murah di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini
Bersama BI dan Perumda, Kadin Sultra Kembali Gelar Pasar Murah di Kota Kendari
Ketgam: Foto bersama jajaran Kadin Sultra, BI Sultra, Pemkot Kendari, serta Perumda Kendari.

KENDARI, SULTRASATU.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Bank Indonesia (BI) Sultra dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kota Kendari menggelar pasar murah di Pasar Wayong, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Rabu, 2 Agustus 2023.

Pasar murah bakal digelar selama sepekan kedepan di pasar yang sama, yakni Pasar Wayong.

Pada kegiatan tersebut, Kadin Sultra menyiapkan sebanyak 10 ribu paket sembako yang dijual dengan harga subsidi yakni Rp105 ribu/paket.

Isi dalam satu paket sembako itu berupa tepung terigu, gula, daging dan minyak goreng masing-masing 1 kilogram.

BACA JUGA:  Raih 111 Suara, Susiyanti Kembali Lanjutkan Kepemimpinan di Desa Salabangga

“Untuk harga pasar sendiri dijual dengan harga Rp160 ribu-170 ribu, namun karena disubsidi oleh pemerintah sehingga dijual dengan harga Rp105 ribu per paketnya,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Sultra Sastra Alamsyah.

Ia menjelaskan, dalam pasar murah yang digelar kali ini, pelaku UMKM dan pembeli wajib menggunakan sistem pembayaran secara digital atau non tunai.

Hal itu sebagai bentuk dukungan Kadin terhadap meningkatkan pengguna QRIS di Bumi Anoa.

BACA JUGA:  Juara Satu D'Academy Asia 3, Fildan Rahayu Hibur Ribuan Masyarakat Konsel

“Kami sangat membackup sekali, dari program pemerintah dan Kadin memang selama ini membackup bagaimana teman-teman pedagang UMKM terdigitalisasi dengan QRIS,” jelas Sastra.

Seperti di Ketahui, BI Sultra Target 90 Ribu Pengguna QRIS di Tahun 2023 yang akan digunakan transaksi pembayaran nontunai.

Sementara, Pejabat Wali Kota Kendari diwakili Asisten II, Susanti mengungkapkan, pasar murah dengan sistem digital ini merupakan langkah kongkrit yang dilakukan dalam rangka percepatan penerapan pembayaran secara non tunai.

BACA JUGA:  Ridwan Bae Ajak Masyarakat Muna Pilih Ihsan Taufik di Pilkada Mendatang

Terlebih era digital merupakan era baru yang perkembangannya begitu pesat, olehnya itu digitalisasi pelayanan sebagai upaya penyesuaian.

“Selain meminimalisir tingkat kejahatan yang kerap terjadi dilingkungan pasar, pembayaran non tunai juga lebih praktis dan efisien sebab tidak lagi direpotkan dengan membawa uang secara tunai apalagi dengan jumlah yang banyak,” tutup Susanti.(*)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow