Headline News

Bakal Jadi Bisnis Berharga, Kadin Sultra Sosialisasikan Karbon

Avatar
771
×

Bakal Jadi Bisnis Berharga, Kadin Sultra Sosialisasikan Karbon

Sebarkan artikel ini
Ketgam: Kadin Sultra saat melaksanakan sosialisasi.

KENDARI, SULTRASATU.COM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan sosialisasikan pengembangan karbon kepada pengusaha di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Melalui Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kadin Indonesia, Silverius Oscar Unggul karbon saat ini regulasinya masih disusun oleh pemerintah Indonesia dan rencananya bulan Juni ini sudah keluar dan bulan September sudah diperdagangkan. “Kami ke sini ingin menyampaikan peluang-peluang kepada teman-teman Kadin di Sultra terkait bisnis karbon ini,” jelasnya, Jumat (9/6/2023).

BACA JUGA:  Rusmin Abdul Gani Dukung Prabowo Subianto di Pilpres Mendatang

Karena bisnis ini tambahnya akan menjadi salah satu bisnis yang paling valuable (berharga, red) dan bagus dikembangkan ke depannya, oleh karena itu Kadin Indonesia menyampaikan peluang peluang ini agar bisa di antisipasi oleh Sultra.

Kebetulan, kata Silverius, saat ini pemerintah Indonesia lewat undang-undang cipta kerja izin di sektor kehutanan sudah menjadi satu. “Saat ini pemerintah melalui undang- undang cipta kerja, izin disekitar kehutanan sudah disatukan, satu izin di sektor Kehutanan bisa semua bisnis,” bebernya.

“Bisnis karbon ini sayang sekali kalau dilewatkan. Para pengusaha di Sultra harus bisa memaksimalkan peluang bisnis ini, karena ini peluang besar bagi para pengusaha,” sambungnya.

Untuk saat ini, lanjutnya, tata laksanan penjualan di bisnis karbon masih berproses. Ia berharap kepada Presiden Jokowi agar secepatnya mengeluarkan regulasinya, karena sebelumnya sudah sempat disampaikan.

Selain itu, tambah Silverius, pihaknya juga membahas masalah regeneratif produk mengingat semua brand-brand besar di dunia mau dapat bahan baku yang baik, yang non kimia.

“Nah kita tau salah satu yang dibutuhkan oleh dunia sekarang ini adalah kakao, dan Sultra dulunya adalah top ekspor atau penghasil kakao, nah saatnya sekarang untuk merevitalisasi kakao kakao kita karena tidak semua daerah yang bisa menanam kakao sehingga nantinya dunia yang membutuhkan kakao yang unggul dan berkualitas,” tandasnya. (SS/dam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!