AdvertorialDaerah

Asmadin Ungkap Perjuangan dari Anak Petani hingga Raih Gelar Doktor S3 pada Promosi di UHO

Redaksi
50067
×

Asmadin Ungkap Perjuangan dari Anak Petani hingga Raih Gelar Doktor S3 pada Promosi di UHO

Sebarkan artikel ini

KENDARI,SULTRASATU.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Utara, Asmadin, S.Pd., M.M., berhasil meraih gelar doktornya setelah menjalani ujian promosi doktor di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Jumat (10/7/2026).

Saat meraih gelar doktornya, Asmadin berkesempatan menyampaikan kisah perjuangan hidup yang mengharukan saat menjalani ujian promosi doktor di Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari.

Di hadapan dewan penguji, sivitas akademika, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, ia menegaskan bahwa gelar doktor yang diraihnya merupakan buah dari proses panjang, kerja keras, dan doa keluarga.

Dalam sambutannya, Asmadin mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menyelesaikan studi doktoral di tengah amanahnya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara.

“Seorang pemimpin harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan teladan bagi masyarakat,” beber Asmadin dalam sambutannya.

BACA JUGA:  Bupati Konut Bakal Jadi Inspektur Upacara 2 Mei, Peserta Diminta Kenakan Pakaian Adat

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata bertujuan memperoleh gelar akademik, melainkan menjadi sarana menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui penelitian dan inovasi.

Karena itu, hasil disertasinya diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan publik, khususnya di Kabupaten Konawe Utara.

Ketgam: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Utara, Asmadin, S.Pd., M.M.

Asmadin juga menyampaikan penghargaan kepada tim penguji, promotor, dan ko-promotor yang telah membimbingnya selama proses penyusunan disertasi.

“Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Utara yang memberikan dukungan dan kepercayaan sehingga ia dapat menyelesaikan pendidikan doktoralnya,” ungkapnya.

Momen paling menyentuh dalam sambutannya adalah ketika ia mengenang masa kecilnya sebagai anak petani dengan keterbatasan ekonomi. Sebagai anak kelima dari sembilan bersaudara, ia terbiasa membantu orang tua sejak duduk di bangku sekolah dasar.

BACA JUGA:  Tinjau Banjir di Desa Sambandete, Ridwan Bae: Utamakan Keselamatan, Jangan Sampai Ada Korban 

Ia bercerita, bahwa dirinya bersama saudara-saudaranya, bekerja di kebun, mengolah sagu, membuat kopra, bahkan menjual es lilin untuk membantu perekonomian keluarga.

“Saat bersekolah di tingkat SMA, sepulang sekolah kami masih harus membantu orang tua mencari rotan di hutan serta menjual sagu ke berbagai pasar di wilayah Konawe Utara menggunakan perahu,” kenangnya.

Ia mengingat sebuah peristiwa ketika perahu yang ditumpanginya terbalik diterjang ombak sehingga seluruh sagu yang hendak dijual tidak dapat diselamatkan.

“Pengalaman hidup inilah yang justru menjadi sumber motivasi untuk terus berjuang menempuh pendidikan setinggi mungkin. Karena keberhasilan yang diraih hari ini bukanlah akhir perjalanan intelektual, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan gagasan, penelitian, dan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA:  H. Ikbar Pimpin Gerakan Tanam Serentak Padi Gogo, Sawit, dan Nilam di Motui untuk Ketahanan Pangan

Di akhir sambutannya, Asmadin berharap ilmu yang diperolehnya tidak hanya tersimpan di perpustakaan sebagai karya ilmiah, tetapi dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan publik yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Utara.

“Dikesempatan ini saya menyampaikan permohonan maaf dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya hingga meraih gelar doktor,” tutup Asmadin. (Edy)

WhatsApp Follow WhatsApp Channel SULTRASATU.COM untuk update berita terbaru setiap hari Follow