KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Dalam upaya memperkuat sinergitas dan menyelaraskan langkah bersama program Pemerintah Daerah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Konawe Utara (Konut) kembali menggelar Pertemuan Rutin Bulanan dan Arisan TP-PKK. Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konut, Rabu (22/10/2025).
Acara yang digelar secara sederhana namun sarat makna itu dihadiri oleh jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten, perwakilan TP-PKK kecamatan, dan para kader yang menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemberdayaan di tingkat desa dan kelurahan.
Hadir mewakili Ketua TP-PKK Konawe Utara, Hj. Wisra Wastawati Ikbar, S.Tr.Keb, Staf Ahli TP-PKK, Hj. Sarlina Abuhaera, yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat dan kekompakan seluruh anggota PKK yang terus aktif berkontribusi dalam pembangunan keluarga di Kabupaten Konawe Utara.

Menurutnya, pertemuan rutin bulanan bukan sekadar kegiatan formal semata, tetapi menjadi forum penting untuk berbagi gagasan, mengevaluasi capaian, dan memperkuat koordinasi antaranggota PKK dalam menjalankan 10 program pokok PKK yang selaras dengan visi dan misi Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati H. Ikbar, SH., MH, dan Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si.
“Pertemuan rutin ini menjadi ajang silaturahmi dan ruang untuk menyamakan persepsi tentang program kerja. Kita ingin setiap langkah PKK di lapangan benar-benar sejalan dengan arah pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian keluarga,” ujar Hj. Sarlina dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut dibahas pula sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi program kerja bulan sebelumnya, pelaporan hasil kegiatan di masing-masing bidang, hingga perencanaan program kerja untuk bulan mendatang.
Selain itu, TP-PKK juga melakukan pembahasan mendalam mengenai 10 program pokok PKK, yang meliputi bidang pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.
“Kita berharap setiap anggota memahami betul esensi dari 10 program pokok PKK ini, karena di situlah letak peran penting keluarga dalam menopang pembangunan. Dari keluarga yang sehat dan berdaya, akan lahir masyarakat yang kuat dan mandiri,” jelasnya.
Selain sebagai wadah pembinaan dan koordinasi, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas sumber daya kader PKK. Para peserta mendapat kesempatan berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang berbagai inovasi di lapangan, mulai dari praktik pengelolaan kebun pangan keluarga, edukasi kesehatan ibu dan anak, hingga pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Menurut Hj. Sarlina, PKK saat ini dituntut lebih adaptif dan kreatif dalam menjawab tantangan zaman, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan inovasi dalam pelayanan masyarakat.
“PKK tidak boleh berjalan di tempat. Kita harus menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga. Karena inti dari PKK adalah kesejahteraan keluarga itu sendiri,” tambahnya.
Kegiatan yang diakhiri dengan arisan rutin TP-PKK ini berlangsung penuh keakraban dan kebersamaan. Suasana santai dan hangat di antara para kader menambah semangat solidaritas dan rasa memiliki terhadap organisasi yang sudah menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan daerah tersebut.
Bagi para anggota, arisan bulanan bukan hanya sekadar hiburan atau ajang berkumpul, tetapi juga menjadi media perekat sosial dan psikologis antaranggota, yang memperkuat rasa kekeluargaan dan gotong royong.
“Pertemuan seperti ini membuat kita semakin dekat satu sama lain. Kita bisa saling memberi motivasi, saling berbagi pengalaman, bahkan saling mendukung dalam kegiatan sosial di masyarakat,” ujar salah satu anggota TP-PKK Kecamatan Lasolo dengan penuh semangat.
Dalam kesempatan itu juga dibahas sejumlah isu strategis yang tengah menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat, seperti pengendalian stunting, peningkatan literasi keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta pelestarian lingkungan. Semua program ini akan diintegrasikan dengan kegiatan PKK di tingkat desa agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
“PKK merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Karena itu, seluruh program yang dilaksanakan PKK harus sejalan dengan visi misi pemerintah, yakni membangun masyarakat yang mandiri, sehat, berpendidikan, dan berdaya saing,” tegas Hj. Sarlina.
Kegiatan berakhir dengan sesi ramah tamah, di mana seluruh peserta menikmati suasana penuh kekeluargaan. Tidak hanya menjadi wadah berbagi pengalaman, tetapi juga ruang bagi kader PKK untuk memperkuat semangat pelayanan sosial di tengah masyarakat.
Melalui pertemuan rutin bulanan ini, TP-PKK Konawe Utara terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan keluarga sejahtera sebagai fondasi pembangunan daerah. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, PKK diyakini akan tetap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi perempuan dan keluarga untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan. (ADV/Ed).













