KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – PT Titan Agro Abadi (TAA) menggelar konsultasi publik dalam rangka penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana kegiatan penambangan bijih nikel dan pembangunan jalan hauling, Rabu (29/4/2026).
Hadir dalam konsultasi itu, Sekretaris PM-PTSP Sulawesi Tenggara Keni Yuga Permana, S.STP, M.AP, Forkopimda, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Titan Agro Abadi Zulkifli Saidin, Camat Oheo Sujiman, dan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum operasional perusahaan dimulai di 3 kecamatan di Konawe Utara, yakni Kecamatan Oheo, Langgikima dan Kecamatan Konawe Kepulauan.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT TAA, Zulkifli Saidin menyampaikan, konsultasi publik ini bertujuan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait dampak lingkungan dan sosial dari rencana kegiatan tersebut.
“Dalam kegiatan ini, kami membuka ruang dialog dengan masyarakat. Kami ingin mendengar langsung berbagai masukan demi memastikan rencana yang disusun dapat memberikan kenyamanan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana kegiatan mencakup penambangan bijih nikel serta pembangunan jalan hauling dengan total luasan sekitar 3.078,55 hektare.
“Luasan tersebut merupakan gabungan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan area di luar IUP yang akan dimanfaatkan sebagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk akses jalan hauling,” katanya.
Menurut Zulkifli, perusahaan berkomitmen menjalankan kegiatan pertambangan berbasis kepedulian terhadap lingkungan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar. Ia menekankan, pentingnya hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat melalui konsep simbiosis mutualisme.
“Tambang harus berjalan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Kami ingin keberadaan perusahaan dapat memberikan manfaat dan diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa saat ini PT TAA masih berada pada tahap awal, yakni penyusunan dokumen AMDAL dan belum melakukan aktivitas penambangan maupun pembangunan di lapangan.
“Kami pastikan, sampai saat ini belum ada kegiatan operasional. Masih dalam tahap perencanaan dan pengkajian lingkungan,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan manajemen perusahaan untuk memastikan pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan dokumen AMDAL maupun perencanaan kegiatan.
“Dengan dilaksanakannya konsultasi publik ini, kita harapkan tercipta transparansi serta sinergi antara perusahaan dan masyarakat, sehingga seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutupnya. (MT)













