KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara (Konut) kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat kecamatan se-Kabupaten Konawe Utara dari tahapan penyusunan RKPD Tahun 2027.
Musrenbang hari kedua meliputi Kecamatan Molawe, Lasolo, Wawolesea, Lasolo Kepulauan, Sawa, Lembo, dan Motuoi.
Pelaksanaan Musrenbang mengacu pada Surat Edaran Bupati Konawe Utara Nomor 000.7/6008 tertanggal 31 Desember 2025 tentang Tahapan dan Pedoman Penyusunan RKPDbdan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) Kabupaten Konawe Utara Tahun 2027.

Wakil Bupati H. Abuhaera, S.Sos., M.Si mewakil Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH hadir langsung membuka acara dan menyampaikan sambutan di hadapan seluruh tamu dan masyarakat yang hadir, Kamis (12/2/2026).
Turut hadir mendampingi Wakil Bupati ada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, Ketua BPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Kabupaten Konawe Utara.
Wakil Bupati membacakan sambutan Bupati mengatakan, di tahun 2027 adalah saatnya pemerintah melakukan pembangun dengan lebih cerdas di tengah kondisi fisikal yang tidak mendukung. Menurutnya, dengan kondisi saat ini, bukan lagi melihat banyaknya program, tetapi bagaimana menghasilkan program yang tepat untuk masyarakat.
“Bukan lagi semua diusulkan, tetapi yang benar-benar menyelesaikan masalah masyarakat. Karena pembangunan tidak diukur dari banyaknya proyek, tetapi dari berubahnya kehidupan warga,” ujar Abuhaera.

Untuk itu, Abuhaera menjelaskan, bahwa kedepan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan yang lebih sederhana. Seperti ekonomi masyarakat bergerak, pelayanan kesehatan membaik, pendidikan anak-anak terjamin, dan infrastruktur yang di bangun benar-benar membantu aktivitas warga.
“Saya mohon kepada para kepala desa dan masyarakat, jangan semua diusulkan sekaligus pilih yang paling penting, pilih yang paling dirasakan manfaatnya.
Musrenbang bukan lomba banyak usulan,tapi lomba menentukan prioritas,” tegas Abuhaera.
Lebih lanjut, Ketua PDI-P Kabupaten Konawe Utara ini juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat terkait bencana alam seperti hujan deras dan angin puting beliung yang berpotensi merusak rumah warga di beberapa wilayah. Sehingga ia meminta agar masyarakat dalam mengusulkan program tidak hanya berupa gedung tapi juga bagaimana keamanan dari bencana alam.
“Saya ingin saya menyampaikan, pembangunan tidak hanya soal jalan dan gedung. Yang kita bangun sebenarnya adalah rasa aman masyarakat. Mari kita jaga lingkungan, bersihkan drainase, jangan menebang pohon sembarangan di sekitar rumah, dan saling mengingatkan antar tetangga,” pintanya.
Pemerintah akan selalu hadir membantu, tetapi penjaga pertama kampung kita adalah masyarakatnya sendiri. Kalau gotong-royong hidup, maka pembangunan akan lebih cepat daripada anggaran,” tutupnya.
Diketahui, Musrembang hari pertama telah dilaksanakan pada Hari Rabu 11 Februari 2026 yang meliputi Kecamatan Wiwirano, Landawe, Langgikima, Oheo, Asera, dan Andowia. (Ed)













