Daerah

Festival Film dan Foto Wakatobi 2022 Resmi Digelar, Kadis Pariwisata Sultra : Ledakkan Destinasi Wisata Wakatobi ke Skala Lebih Besar

Avatar
2757
×

Festival Film dan Foto Wakatobi 2022 Resmi Digelar, Kadis Pariwisata Sultra : Ledakkan Destinasi Wisata Wakatobi ke Skala Lebih Besar

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Festival Film dan Foto Wakatobi 2022 di Ampupu Beach Resort, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

WAKATOBI , SULTRASATU.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Festival Film dan Fotografi Wakatobi 2022 di Ampupu Beach Resort, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.

Kadis Pariwisata Sultra, Belli Harly Tombili mengatakan, festival ini dalam rangka mendukung para pegiat ekonomi kreatif dan juga bertujuan untuk menggaungkan Wakatobi hingga kanca Internasional melalui karya pegiat ekonomi kreatif lokal sehingga mata wisatawan Indonesia maupun luar negeri dapat tertuju ke Wakatobi.

“Sekarang memang sudah dikenal sampai ke nasional dan internasional, tapi kita mengharapkan dan bermimpi meledakkan kembali Kabupaten Wakatobi sebagai daerah destinasi wisata. Tidak seperti sebelumnya tapi kembali mengangkat pada skala level yang lebih besar lagi,” kata Belli kepada awak media, Senin (14/11/2022).

Belli menuturkan, jika wisata di Wakatobi mampu mempertahankan kredibilitasnya, otomatis daerah lain di Sultra akan merasakan dampak yang signifikan.

BACA JUGA:  Iduladha 1445 H, La Ode Darwin Berkurban 4 Ekor Sapi

“Jadi wisatawan pasca berkunjung ke Wakatobi juga dapat berkunjung ke daerah lainnya, seperti Baubau, Buton, Butur, kota Kendari, dan sebagainya,” tutur Belli.

Belli mengungkapkan, pihaknya dominan mengarahkan kebijakan penganggaran ke Wakatobi karena wisatanya menjadi garda terdepan. Terlebih Wakatobi masuk dalam 10 besar destinasi wisata terbaik di Indonesia.

Bingkai Dispar

Bingkai ekoran dikbud bkad scaled

“Pemerintah pusat saja memasukkan Wakatobi sebagai 10 destinasi terbaik di Indonesia dari ribuan destinasi yang ada, tentu kami dari provinsi mendukung penuh kebijakan pusat,” ungkap Belli.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Wakatobi, Nadar berharap, karya para pegiat ekonomi kreatif di Sultra dapat menembus kanca internasional, dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif, sub sektor film, animasi dan videografi menjadi garda terdepan baik dalam mentriger sub sektor lainnya dan promosi daerah.

“Untuk di kabupaten Wakatobi, penting untuk kita menjaga momentum dan membuka motivasi teman-teman pelaku film ini agar tidak berhenti untuk mengalir dan berkarya,” harap Nadar.

Nadar menjelaskan, Wakatobi ditetapkan sebagai daerah kreatif dan inovatif Indonesia dengan sub sektor film, animasi dan videografi sejak tahun 2019. Sebab itu kegiatan festival kali ini guna mengembangkan segala potensi yang ada.

“Ini menjadi simbol besar tidak hanya bagi Wakatobi tetapi juga Sulawesi Tenggara,” jelas Nadar.

“Ada 16 sub sektor, tetapi minimal beberapa yang dianggap prioritas seperti kuliner, kriya, kemudian seni pertunjukan, musik dan lain sebagainya bisa terintegrasi dan berkolaborasi di satu ekosistem,” tambahnya.

Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari 14-16 November dan diikuti 40 peserta komunitas film dari Wakatobi, Kendari, Baubau, Konawe dan Makassar. Kegiatan ini juga menghadirkan sutradara film dari daerah dan nasional.(Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!