KONAWE UTARA, SULTRASATU.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Utara (Konut) bersiap melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan chromebook.
Kepala Dinas Dikbud Konut, Asmadin, S.Pd., M.M. mengungkapkan saat ini pihaknya sedang memprioritaskan 12 sekolah yang akan menggunakan program pembelajaran ini.

“Tahun ini 12 sekolah itu akan kami penuhi dan fasilitasi ketersediaan chromebook agar anak didik bisa lebih memahami pembelajaran melalui google,” ujar Asmadin yang didampingi Sekdis Pendidikan Suyamin saat diwawancara jurnalis SULTRASATU.COM.
Meski tak merinci sekolah mana saja yang dimaksud, Asmadin mengisyaratkan sekolah tersebut akan dipenuhi seluruh fasilitas pendukung untuk proses pembelajaran program dimaksud.
Asmadin menegaskan, program pembelajaran dengan chromebook nantinya tak hanya akan bermanfaat bagi siswa tetapi juga bagi para guru.
“Sehingga kita lakukan pembimbingan dan pelatihan guru-guru yang sudah siap di sekolah untuk menerapkan kepada siswanya,” terang Asmadin saat membuka bimtek pembelajaran dengan chromebook kepada guru SMP se-Konut.
Asmadin juga menegaskan nantinya pihaknya akan menerapkan program ini di seluruh sekolah yang ada di Konut.

Namun untuk saat ini pihaknya masih melakukan secara bertahap mengingat ketersediaan chromebook belum ada di semua sekolah.
“Kita tidak pungkiri ketersediaan masih belum 100 persen, tapi alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini, ke depan pembelajaran yang akan diterapkan di Kabupaten Konawe Utara yaitu edukasi google, atau pembelajaran melalui google,” terang Asmadin.
Asmadin mengungkapkan, ketersediaan chromebook di Konut untuk SD mencapai 40 persen dan SMP sudah hampir mencapai 60 persen.
Dinas Dikbud Konut telah mengadakan chromebook pada tahun 2023 sebanyak 478 unit. Untuk tahun 2024 pihak Dinas Dikbud Konut menyiapkan 500 unit.
“Adanya program pemanfaatan chromebook dengan pembelajaran melalui google education school, insya Allah saya akan berusaha bagaimana mendapatkan lagi 500 supaya mencapai 1.000 unit di tahun 2024 untuk memenuhi kebutuhan,” kata Asmadin.

Asmadin menekankan, program ini tak hanya dimanfaatkan untuk siswa, tetapi juga para guru yang nantinya akan mengajarkan ke siswa akan diberikan pelatihan.
“Karena tidak elok guru belum bisa mengoperasikan sementara siswanya sudah, sehingga skala prioritas itu harus kita lakukan pembimbingan dan pelatihan para guru yang sudah siap di sekolah untuk menerapkan kepada siswanya,” terangnya.
Sementara, Google Education Specialist, M. Edward Ranggong mengungkapkan,
chromebook merupakan device nomor satu di dunia untuk kegiatan belajar mengajar yang dikhususkan untuk guru dan siswa.
“Laptop chromebook ini merupakan laptop yang sangat spesial, laptop ini bisa melakukan sampai 500 pengaturan. Mulai dari wallpaper hingga waktu mati bisa diatur sendiri. Jadi sangat tepat kalau diadakan pelatihan ini,” kata Edward.
Menurut Edwar, laptop chromebook telah digabungkan dengan akun belajar.co.id yang semua guru sudah punya, sehingga siswa bisa diawasi terkait apa yang dipelajari.
“Akun belajar.co.id ini akun yang sangat spesial, akun belajar.co.id ini bisa sampai 100 GB,” jelas Edwar.
Edwar berharap bagi sekolah yang mendapatkan bantuan chromebook agar bisa memanfaatkan secara maksimal.
“Jadi diharapkan dengan adanya pelatihan ini sekolah bisa lebih mengetahui bagaimana cara pengunaan chromebook,” tutupnya. (SS/Red)













